Termasuk bagi profesor Jean Boivin, seorang dosen ekonomi Universitas Hautes Etudes Commerciales, Kanada. Ia melarang pemakaian laptop pada kuliahnya. Alasannya, banyak mahasiswa malah asyik mengakses konten yang tak berhubungan dengan kuliah. Seperti menyambangi situs jejaring sosial macam Facebook, mengunjungi toko online ataupun cek e-mail.
Langkah ini diklaim efektif oleh Boivin karena tanpa laptop, para mahasiswa lebih konsentrasi kuliah. Namun tak urung pelarangan inipun menimbulkan perdebatan ketika pemakaian laptop semakin umum dan koneksi internet nirkabel menyelimuti kampus-kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, daripada melarang lebih baik diambil langkah lain. Menginstall software untuk menyaring situs yang dianggap tak boleh diakses saat kuliah misalnya, hal ini dianggap bisa menjadi alternatif. Demikian seperti dikutip detikINET dari canada.com, Rabu (21/11/2007).Β (fyk/ash)