Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
1 dari 4 Milenial Cuma Mau Undang Kurang dari 50 Tamu di Nikahan Mereka

1 dari 4 Milenial Cuma Mau Undang Kurang dari 50 Tamu di Nikahan Mereka


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi pernikahan adat Jawa. Benarkah tidak boleh menikah di bulan Suro?
Foto: Gemini AI
Jakarta -

Survei online dari Jakpat yang dilakukan pada 26-20 Juni 2025 menunjukkan bahwa 1 dari 4 milenial hanya ingin mengundang kurang dari 50 tamu di pesta pernikahan mereka. Bahkan, hanya 9% yang ingin pernikahan mereka dihadiri 501-1.000 orang.

"Laporan survei ini menyajikan wawasan berharga tentang tren persiapan pernikahan di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan memahami preferensi, prioritas, dan kekhawatiran pasangan yang bertunangan dan mereka yang berencana menikah, studi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana calon pengantin mendekati hari besar mereka dan kehidupan setelah menikah," terang Jakpat di website mereka.

Dari jajak pendapat, sebanyak 16% ingin tamu mereka kurang dari 50 tamu. Sementara itu, 29% mengharapkan tamu sebanyak 51-100, 24% lainnya 101-300 tamu. Sisa 9%-nya, menginginkan tamu mereka sebanyak 501-1.000 tamu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut soal budget atau dana untuk acara pernikahan, mayoritas yakni 41% menjawab Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Disusul 32% dengan kurang dari Rp 50 juta, 16% lagi memilih Rp 100-250 juta, lalu 7% dengan dana ideal Rp 250-200 juta, dan hanya 4% yang menjawab lebih dari Rp 500 juta.

Menariknya, ditemukan juga fakta bahwa mayoritas orang yang ingin menikah tidak disokong dana bantuan dari orang tua.

Sebanyak 45% setuju bahwa dana pernikahan dari tabungan pribadi. Kemudian 40% lainnya berpendapat budget wedding dari tabungan bersama.

Sisanya, 7% lebih memilih dana wedding dikeluarkan oleh salah satu di antara mereka dan 6% memilih bantuan dari orangtua.

"67% laki-laki memilih tabungan pribadi, menunjukkan mereka lebih merasa bertanggung jawab atas pendanaan pernikahan. Sebagai kontras, banyak perempuan memilih tabungan bersama, mengindikasikan pendekatan yang lebih kolaboratif," tegas Jakpat.



(ask/ask)






Hide Ads