Bagi banyak developer, menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC) di Apple Park, Cupertino, merupakan impian yang sulit terwujud. Namun bagi dua talenta muda Indonesia, Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali, mimpi itu menjadi kenyataan pada WWDC 2026.
Tidak hanya menyaksikan langsung pengumuman berbagai teknologi terbaru Apple, keduanya juga mendapat kesempatan langka untuk bertemu dan berbincang dengan CEO Apple Tim Cook serta John Ternus, President of Hardware Technologies Apple sekaligus calon CEO Apple pada September nanti.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan mereka sebagai developer muda Indonesia yang sukses menembus panggung teknologi global.
Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Apple Park
Francesco Emmanuel Setiawan, mahasiswa Ilmu Komputer Binus University dan peraih penghargaan Swift Student Challenge Distinguished Winner 2026, mengaku sangat terkesan saat pertama kali memasuki Apple Park.
Menurut Francesco, suasana yang dirasakan jauh berbeda dibandingkan hanya melihat markas Apple melalui foto atau video.
"Yang paling memorable sih pas hari pertama ya, pas pertama kali masuk Apple Park. Benar-benar kagum banget, keren banget sama kantornya. Banyak pohon, keren," ujarnya kepada detikINET.
Tak hanya terpukau oleh desain kampus Apple yang ikonik, Francesco juga merasakan sambutan hangat dari para karyawan Apple yang bertugas menyambut peserta WWDC.
"Pas baru masuk pun juga Apple employees-nya, mereka very energetic banget. Mereka banyak teriak, pokoknya berasa ter-welcome banget di situ. Jadi very, very memorable," tambahnya.
Kesan serupa dirasakan Ghazali Ahlam Jazali, lulusan Ilmu Komputer Universitas Sanata Dharma yang menjadi pemenang Swift Student Challenge 2026 lewat aplikasi edukasi privasi digital berjudul They Have Your Fingerprint!.
Menurut Ghazali, atmosfer yang tercipta di Apple Park langsung terasa begitu berbeda sejak pertama kali tiba.
"Kita begitu sampai di depan ini aja, masuk itu udah langsung pada teriak-teriak, WWDC, dan udah langsung bersorak-sorak semua. Energinya itu sangat tinggi dan itu mengubah semua experience-nya," kata Ghazali.
Bertemu Tim Cook dan John Ternus
Salah satu pengalaman yang paling sulit dilupakan adalah kesempatan berbincang langsung dengan Tim Cook dan John Ternus.
Francesco mengungkapkan Tim Cook sempat bercerita mengenai kunjungan terakhirnya ke Apple Developer Academy Indonesia.
"Kemarin pas aku ngobrol sama Tim Cook, dia cerita pas terakhir dia ke Apple Academy Indonesia, dia senang banget lihat the next generation of learners," ungkap Francesco.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Tim Cook baik dalam keynote maupun percakapan langsung memiliki benang merah yang sama, yakni mendorong generasi muda untuk terus menciptakan inovasi yang memberi dampak positif bagi dunia.
Sementara itu, Ghazali mengaku terkejut ketika mengetahui WWDC merupakan momen favorit dalam setahun bagi para petinggi Apple.
"Yang aku agak nggak expect itu adalah mereka bilang bahwa WWDC adalah waktu favorit mereka dalam setahun, termasuk dalam menyambut para pemenang Swift Student Challenge," ujarnya.
"Dari sana aku belajar bahwa mereka benar-benar peduli soal mendidik developer dan mendukung developer indie dalam membangun aplikasi di platform mereka," lanjut Ghazali.
Selain Tim Cook dan John Ternus, Ghazali juga berkesempatan berbincang dengan Susan Prescott yang menjabat sebagai Vice President Worldwide Developer Relations Apple.
"Susan Prescott itu essentially semua yang membuat journey developer-ku jadi possible sampai ke sini bahkan. Dan yang keren dari dia, dia sangat berenergi. It was a joy to talk to her and to gain insights from her as well," katanya.
Simak Video "Video Janji-janji Manis CEO Apple Tim Cook kepada Trump"
(afr/afr)