Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Puluhan Data Negara Dihapus Pria Kembar: Gara-gara Dipecat

Puluhan Data Negara Dihapus Pria Kembar: Gara-gara Dipecat


Anggoro Suryo - detikInet

Phone lock code. Smartphone protection with 2fa (two factor authentication). Smartphone protection and security with pin number. Encrypted data. Personal online privacy. Cyber hacker threat.
Foto: Getty Images/Tero Vesalainen
Jakarta -

Standar operasional prosedur (SOP) pemecatan karyawan yang buruk baru saja membawa bencana besar bagi Opexus, sebuah perusahaan teknologi penyedia perangkat lunak untuk klien pemerintah Amerika Serikat (AS). Gara-gara lupa mencabut akses sistem, dua orang karyawan yang baru saja dipecat sukses menghapus puluhan database penting pemerintah dalam hitungan menit.

Insiden fatal ini didalangi oleh saudara kembar Muneeb dan Sohaib Akhter (34 tahun). Keduanya sebenarnya memiliki rekam jejak kriminal berupa penipuan siber pada tahun 2015, namun entah bagaimana bisa lolos dan dipekerjakan oleh Opexus pada tahun 2023 dan 2024.

Puncak permasalahan terjadi pada 18 Februari 2025. Mengetahui masa lalu kelam karyawannya, pihak perusahaan segera memanggil si kembar ke dalam rapat virtual di Microsoft Teams dan memecat mereka secara sepihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Balas Dendam dalam Hitungan Menit

Rapat pemecatan tersebut selesai pada pukul 16.50. Lima menit kemudian, Sohaib yang mencoba mengakses jaringan perusahaannya mendapati bahwa akses VPN dan akun Windows-nya sudah diblokir.

Sialnya, tim IT perusahaan lupa mencabut hak akses milik Muneeb. Kesalahan kecil ini langsung dimanfaatkan Muneeb untuk melakukan kampanye perusakan sistem berskala masif.

  • Pukul 16.56: Muneeb mengakses database pemerintah AS yang dikelola perusahaannya, memblokir pengguna lain agar tidak bisa masuk, dan mulai menghapus data.
  • Pukul 16.58: Ia menghapus database milik Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menggunakan perintah eksekusi DROP DATABASE dhsproddb.
  • Pukul 16.59: Muneeb menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) untuk bertanya, "Bagaimana cara menghapus log sistem dari server SQL setelah menghapus database?".

Hanya dalam waktu satu jam, Muneeb sukses melenyapkan 96 database berisi informasi sensitif pemerintah AS. Ia juga mencuri 1.805 dokumen milik komisi kesetaraan kerja (EEOC) serta menggasak data informasi pajak dari 450 orang.

Ketahuan Gara-gara Lupa Matikan Rekaman

Aksi balas dendam yang seolah berjalan mulus ini nyatanya berujung konyol. Selama proses peretasan dan penghapusan data berlangsung, si kembar terus mengobrol dan merencanakan taktik. Mereka bahkan sempat berdebat apakah harus memeras klien perusahaan atau tidak.

Lucunya, seluruh obrolan dan bukti kejahatan tersebut terekam dengan sangat jernih. Usut punya usut, si kembar ternyata merekam rapat pemecatan mereka di Microsoft Teams, namun lupa mematikan rekaman tersebut setelah rapat usai. Transkrip dari rekaman inilah yang kemudian menjadi senjata makan tuan dan disita oleh pemerintah.

Tiga minggu setelah insiden, agen federal (FBI) menggerebek kediaman mereka. Muneeb akhirnya menandatangani kesepakatan pembelaan pada April 2026, namun belakangan mencoba membatalkannya untuk membela diri sendiri di pengadilan. Sementara itu, Sohaib yang menolak mengaku bersalah, akhirnya tetap divonis bersalah oleh juri pada awal bulan ini atas tuduhan konspirasi penipuan komputer dan kepemilikan senjata api ilegal.

Buntut dari kejadian ini, pihak Opexus secara terbuka mengakui kelalaian total mereka dalam proses pemeriksaan latar belakang (background check) dan penanganan pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai prosedur, demikian dikutip detikINET dari Ars Technica, Kamis (21/5/2026).




(asj/asj)




Hide Ads