Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menkomdigi Kutuk Militer Israel Tahan Rombongan Jurnalis RI

Menkomdigi Kutuk Militer Israel Tahan Rombongan Jurnalis RI


Agus Tri Haryanto - detikInet

Vessels from the Global Sumud Flotilla, intercepted by the Israeli Navy in international waters, are moored off the coast of the ctown of Ierapetra, on the island of Crete, on May 1, 2026. (Photo by Eleftherios Elis MITZA / AFP)
Ilustrasi kapal Global Sumud Flotilla. Foto: AFP/ELEFTHERIOS ELIS MITZA
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengutuk tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2/0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza, Palestina.

Diketahui, dalam rombongan kapal tersebut terdapat jurnalis asal Indonesia, di antaranya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," ujar Meutya dikutip dari pernyataan tertulis, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Meutya Hafid menegaskan bahwa jurnalis tersebut hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Menurutnya, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

Menkomdigi menyatakan pihaknya mendukung langkah diplomatik Kemlu untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," ungkap Meutya.

Sebelumnya, Kemlu RI mengungkapkan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.

"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," pungkas Menkomdigi.




(agt/agt)






Hide Ads