Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
YouTuber Mrwhosetheboss Ditahan Imigrasi AS 26 Jam, Proyek Rp 4,9 M Raib

YouTuber Mrwhosetheboss Ditahan Imigrasi AS 26 Jam, Proyek Rp 4,9 M Raib


Adi Fida Rahman - detikInet

Mrwhosetheboss
YouTuber Mrwhosetheboss Ditahan Imigrasi AS 26 Jam, Proyek Rp 4,9 M Raib Foto: Instagram/Mrwhosetheboss
Jakarta -

YouTuber teknologi terkenal Arun Maini atau yang dikenal dengan nama Mrwhosetheboss mengungkap pengalaman buruknya saat ditahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (US Customs and Border Protection/CBP). Insiden tersebut membuat proyek bernilai USD 300 ribu atau sekitar Rp 4,9 miliar gagal total.

YouTuber asal Inggris dengan lebih dari 22 juta subscriber itu membagikan kisah tersebut dalam wawancara eksklusif bersama Dexerto belum lama ini. Maini mengaku pengalaman itu membuat dirinya trauma hingga kini masih selalu mendapatkan pemeriksaan tambahan setiap kali masuk ke Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Saat itu, Maini diundang untuk meliput sebuah stadion berteknologi tinggi di Amerika Serikat. Namun setibanya di bandara, ia langsung dihentikan oleh petugas imigrasi sebelum sempat bertemu tim yang sudah menunggunya.

"Mereka mulai bertanya semakin banyak hal dan menggali lebih dalam. Situasinya mulai memanas dan terasa seperti menuduh saya mencuri uang dari AS atau semacamnya," kata Maini.

Ia kemudian dibawa ke ruang pemeriksaan lain yang menurut pengakuannya dijaga petugas bersenjata api. Maini mengaku diminta melepas seluruh pakaiannya untuk menjalani pemeriksaan tubuh secara menyeluruh.

"Mereka membawa saya ke sel, melepas semua pakaian saya, lalu melakukan pemeriksaan fisik di berbagai bagian tubuh. Sangat melanggar privasi," ujarnya.

Tak hanya itu, Maini juga mengaku ponselnya disita sehingga ia tidak bisa menghubungi siapa pun selama ditahan. Keluarga, rekan kerja, hingga sponsor tidak mengetahui keberadaannya selama lebih dari satu hari.

"Saya tidak bisa menghubungi siapa pun. Keluarga saya tidak tahu saya di mana. Saya merasa seperti bukan manusia," katanya.

Setelah ditahan selama 26 jam, Maini akhirnya dipulangkan ke Inggris menggunakan penerbangan deportasi. Akibat insiden itu, proyek video yang seharusnya ia kerjakan batal total dan membuatnya kehilangan pendapatan sebesar USD 300 ribu.

Maini menduga masalah visa menjadi pemicu utama dirinya ditahan. Ia mengaku kemungkinan tidak menggunakan jenis visa yang tepat untuk pekerjaan peliputan berbayar di Amerika Serikat.

MrwhosethebossMrwhosetheboss Foto: Instagram/Mrwhosetheboss

Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap aturan visa bagi kreator konten dan YouTuber yang melakukan pekerjaan komersial di AS. Banyak kreator disebut kerap berada di area abu-abu terkait izin kerja saat melakukan kerja sama brand, liputan sponsor, atau produksi konten berbayar.

Namun menurut Maini, masalah visa saja tidak cukup menjelaskan perlakuan yang diterimanya, termasuk pemeriksaan fisik dan penahanan berjam-jam tanpa akses komunikasi.

Kini, bertahun-tahun setelah kejadian tersebut, Maini mengaku masih selalu dibawa ke ruang pemeriksaan kedua setiap kali masuk ke Amerika Serikat. Ia menyebut ada "tanda hitam" pada datanya di sistem imigrasi AS.

"Setiap kali saya pergi ke AS sekarang, saya selalu dibawa ke ruang kedua untuk diperiksa lagi. Itu menakutkan dan membuat saya enggan kembali," ujarnya.

Kasus ini juga memicu perdebatan di media sosial terkait dugaan profiling rasial di bandara Amerika Serikat. Sebagian netizen menyoroti fakta bahwa Maini merupakan pria keturunan Asia Selatan berjanggut, karakteristik yang menurut berbagai laporan investigasi memang kerap mendapat pemeriksaan tambahan di bandara AS.

Meski belum ada bukti resmi bahwa penahanan Maini bermotif rasial, berbagai laporan sebelumnya memang pernah mengungkap praktik profiling oleh petugas keamanan bandara di Amerika Serikat.




(afr/afr)








Hide Ads
LIVE