Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cuma Modal Humming! Aplikasi Nada Ubah Suara Jadi Komposisi Musik

Cuma Modal Humming! Aplikasi Nada Ubah Suara Jadi Komposisi Musik


Adi Fida Rahman - detikInet

Aplikasi Nada buatan Tunelab
Cuma Modal Humming! Aplikasi Nada Ubah Suara Jadi Komposisi Musik Foto: Adi FR/detikINET
Jakarta -

Punya ide lagu tapi tak ada alat musik di dekatmu? Kini, cukup bersenandung saja. Aplikasi bernama Nada memungkinkan pengguna mengubah humming sederhana menjadi komposisi musik yang bisa langsung dikembangkan.

Nada merupakan aplikasi besutan startup Tunelab, yang digawangi oleh alumni Apple Developer Academy. Aplikasi ini sudah tersedia di App Store dan menyasar musisi hingga kreator yang ingin menuangkan ide lagu secara praktis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Co-founder Tunelab, Bregas Satria Wicaksono, mengatakan ide aplikasi ini berangkat dari kebutuhan sederhana saat dirinya dan rekannya ingin membuat musik tanpa alat.

"Awalnya kita cuma pengen have fun. Kita cari sesuatu yang bisa kita bikin dan kita juga have fun," ujarnya kepada detikINET.

Menurut Bregas, keterbatasan saat merantau tanpa membawa instrumen seperti gitar atau piano justru memicu lahirnya ide besar. Ia dan tim kemudian mencoba memanfaatkan suara sebagai alat utama.

"Dari situ kita kepikiran, kenapa nggak dari suara kita aja? Akhirnya kita bikin prototype-nya," jelasnya.

Lewat Nada, pengguna cukup merekam senandung melodi. Aplikasi kemudian mengonversi suara tersebut menjadi format MIDI, yang bisa diolah lebih lanjut dengan memilih berbagai instrumen hingga melakukan layering untuk membentuk aransemen lengkap.

Tak berhenti di situ, pengembangan Nada juga melibatkan musisi profesional. Tunelab melakukan user testing dengan sejumlah nama di industri musik, termasuk produser dan musisi untuk memastikan fitur yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan nyata.

Salah satu masukan penting datang dari produser yang menginginkan fitur koreksi nada. Fitur ini kemudian diakomodasi lewat editor MIDI, sehingga pengguna bisa memperbaiki nada yang kurang presisi.

"Kami dapat banyak insight dari musisi. Itu yang bikin produk ini berkembang lebih cepat," kata Bregas.

Aplikasi Nada buatan TunelabAplikasi Nada buatan Tunelab Foto: Adi FR/detikINET

Perjalanan Tunelab juga tak lepas dari peran Apple Developer Institute di Jakarta. Program ini membuka akses ke mentor dan jaringan industri yang lebih luas, memungkinkan tim berinteraksi dengan musisi profesional hingga pelaku industri kreatif.

"Yang paling kerasa itu connection-nya. Kami jadi bisa ngobrol langsung dengan musisi yang lebih berpengalaman," ujarnya.

Saat ini, tim Tunelab beranggotakan delapan orang yang bekerja secara remote dari Bali dan Jakarta. Meski begitu, mereka tetap rutin bertemu untuk menyelaraskan pengembangan produk.

Ke depan, Nada masih akan terus dikembangkan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan instrument pack berdasarkan genre, mulai dari pop hingga dangdut, termasuk eksplorasi instrumen tradisional Indonesia.

Tak hanya itu, tim juga tengah mempertimbangkan integrasi kecerdasan buatan untuk membantu pengguna menyusun aransemen secara otomatis, seperti rekomendasi baseline dari hasil humming.

"Ke depan mungkin ada AI yang bisa bantu kasih rekomendasi aransemen. Tapi untuk sekarang kami fokus mematangkan fitur yang sudah ada," tutup Bregas.

Dengan konsep sederhana namun powerful, Nada membuka peluang baru bagi siapa saja untuk menciptakan musik-cukup bermodal suara. Aplikasi Nada bisa didownload di sini.




(afr/afr)





Hide Ads