Iran memanfaatkan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat untuk menggali pangkalan-pangkalan rudal bawah tanahnya yang terkubur oleh serangan udara AS dan Israel. Itu terungkap dalam sejumlah citra satelit terbaru.
Truk dan alat berat terlihat tiba di reruntuhan pangkalan rudal Iran di dekat Khomeyn dan Tabriz pada 10 April, dua lokasi yang sebelumnya terkena serangan udara. Para pekerja Iran terlihat membersihkan puing dari terowongan bawah tanah, mengeruk reruntuhan, dan memuatnya ke truk-truk di dekatnya yang kemudian mengangkutnya pergi.
Pekerjaan tersebut tampaknya dipusatkan di pintu-pintu masuk pangkalan rudal yang hancur dan tertutup selama perang, yang sebelumnya mencegah Iran meluncurkan roket-roketnya.
Gambar satelit ini mengindikasikan Iran mungkin bergegas menyelamatkan peluncur-peluncur rudalnya selama masa gencatan senjata sementara, yang masih berlaku pada pekan ini.
Foto satelit ini muncul sepekan setelah intelijen AS memperingatkan agen-agen Iran sedang menggali bunker dan persediaan rudal untuk mengoperasikannya kembali. MediaIsrael, Haaretz, juga melaporkan bahwa Iran telah menggunakan buldoser untuk menggali peluncur rudalnya dari bunker-bunker bawah tanah.
Pentagon dan Gedung Putih mengklaim pasukan AS dan Israel menyerang 13.000 target di Iran selama lima minggu peperangan, termasuk lebih dari 450 fasilitas penyimpanan rudal balistik. Meskipun demikian, Iran masih memiliki kemampuan untuk menggunakan sisa persenjataan peluncur rudal dan rudal balistiknya.
Sepekan lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan program rudal Iran hancur secara fungsional dengan persediaan yang menipis. Namun kemudian, ia mengakui Iran sedang menggali sisa-sisa rudal dan peluncurnya, tapi menyebutkan negara itu tidak lagi memiliki kapasitas memproduksi lebih banyak. "Kalian tak memiliki industri pertahanan, tak ada kemampuan memulihkan kapasitas ofensif maupun defensif kalian," cetusnya.
Terlepas dari kampanye pengeboman besar-besaran AS dan Israel, sekitar separuh dari peluncur rudal balistik Iran masih utuh dan ribuan drone serang satu arah dilaporkan masih tersisa di gudang persenjataan awal bulan ini. Sejumlah tempat penyimpanan rudal yang terkubur di bawah tanah juga tak mengalami kerusakan.
Daya serang Iran juga diperkuat setelah dilaporkan memperoleh akses satelit dari China pada akhir 2024 yang digunakan untuk memantau situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah. Beberapa situs yang dipantau tersebut kemudian diserang Iran.
Satelit itu menangkap citra Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi selama beberapa hari pada pertengahan Maret. Lima pesawat di pangkalan Saudi itu terkena serangan Iran.
Satelit itu juga menangkap gambar-gambar di dekat sebuah pangkalan udara Amerika di Yordania dan satu di Bahrain. Menurut media pemerintah Iran, pangkalan-pangkalan tersebut diserang oleh rudal dan drone Korps Garda Revolusi Islam pada bulan Maret.
Kemenlu China membantah laporan tersebut. "Baru-baru ini, beberapa pihak gemar memalsukan rumor dan secara jahat mengaitkannya dengan China," sebut mereka yang dikutip detikINET dari NBC News.
Simak Video "Video: 2 Orang di Ramat Gan Israel Tewas Akibat Rudal Iran"
(fyk/fyk)