×
Ad

Teknologi AI Merambah Dunia Akuntansi

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 14 Apr 2026 21:38 WIB
Foto: Ilustrasi AI. (Shutterstock)
Jakarta -

Binus University baru meluncurkan program doktor terbaru mereka yang bernama Doctor of Accounting Science. Peluncuran jenjang pendidikan tinggi ini diadakan di Kampus Anggrek yang berlokasi di kawasan Kemanggisan.

Program ini hadir sebagai wujud komitmen kampus untuk menyediakan pendidikan yang relevan dengan tren industri. Kehadirannya juga dirancang khusus untuk mengikuti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini.

Rektor Binus University Dr. Nelly, S.Kom., M.M mengatakan bahwa program ini akan menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul. Ia berharap langkah strategis ini mampu melahirkan sosok pemimpin yang bisa menjawab berbagai tantangan global di masa depan.

Peluncuran program akademik ini juga bertepatan dengan perayaan 45 tahun perjalanan kampus tersebut di dunia pendidikan. Mereka berjanji akan terus bertransformasi agar setiap program studinya bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan sesi gelar wicara yang membahas transformasi profesi akuntansi di era AI. Diskusi tersebut menyoroti betapa pentingnya adaptasi teknologi software masa kini dalam praktik maupun riset akuntansi modern.

Dekan School of Accounting Binus University Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons)., Ph.D menyebut program ini akan menjawab kebutuhan riset yang makin kompleks. Mahasiswa akan dilatih menjadi peneliti yang sanggup mengintegrasikan teori dengan teknologi dan praktik bisnis di lapangan.

Kepala Departemen program ini Prof. Toto Rusmanto, M.Comm, Ph.D., CAPM., CMA menambahkan bahwa salah satu keunikan utamanya terletak pada fokus di bidang analitik. Ilmu akuntansi kini dituntut untuk bisa berperan sebagai alat strategis yang sepenuhnya digerakkan oleh data dan teknologi.

Secara kurikulum, program doktor ini menawarkan beban studi sebanyak 42 SKS yang bisa diselesaikan dalam waktu enam semester. Proses pembelajarannya memadukan fondasi teoretis yang kuat dengan pemanfaatan teknologi digital secara maksimal.

Ruang lingkup riset yang ditawarkan mencakup berbagai topik hangat seperti kecerdasan buatan, blockchain, hingga teknologi informasi. Selain itu ada juga topik akuntansi keuangan, keberlanjutan bisnis, tata kelola perusahaan, perpajakan, hingga proses audit.

Untuk mendukung proses belajar, pihak kampus telah menyediakan berbagai fasilitas modern dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Mahasiswa juga didorong untuk langsung menghasilkan karya publikasi ilmiah sejak awal masa studi mereka berjalan.

Lulusan program ini diharapkan bisa berkarier di berbagai posisi strategis seperti konsultan bisnis, auditor senior, hingga eksekutif perusahaan. Mereka diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang paham teknologi, demikian dikutip dari keterangan resminya, Senin (13/4/2026).

Profesi akuntan saat ini memang tidak bisa lagi sekadar mengandalkan kemampuan hitung-hitungan manual di atas kertas. Penguasaan teknologi AI rasanya sudah menjadi keahlian wajib agar pekerjaan analisis keuangan tidak gampang digantikan oleh sistem komputer.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork