Kecanggihan sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome, David's Sling, sampai Arrow, tetap saja tidak sempurna. Belum lama ini, rudal-rudal Iran berhasil menerobos pertahanan tersebut dan menghantam kota Dimona dan Arad.
Kegagalan besar itu membuat banyak warga di Negara Yahudi itu terluka, bahkan meninggal dunia. Tentara Israel pun mengakui kegagalan teknologi mereka itu dalam menghadang rudal Iran.
"Ada kesalahan, sama seperti dalam sistem teknologi lainnya," kata Kepala Staf Sistem Pertahanan Udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Kolonel L., ketika ditanya tentang dampak hantaman rudal yang parah terhadap Dimona dan Arad, di mana lebih dari 100 orang terluka.
"Sistem pertahanan udara kami adalah yang terbaik di dunia, tapi tidak kedap sepenuhnya. Ada kesalahan, ada kerusakan. Pada akhirnya, ini adalah sistem teknologi, dan secanggih apa pun mereka, memiliki keterbatasan, memiliki statistik keberhasilan, dan ada titik-titik di mana kami tahu mereka tidaklah sempurna," sebutnya.
"Adalah bagian dari pekerjaan untuk menyelidiki setiap insiden, melihat bagaimana kami belajar darinya, dan apa yang bisa kami lakukan secara berbeda agar hal itu tidak terjadi lagi. Ini adalah perang yang panjang. Jumlah peluncurannya tinggi, dan tidak akan berhenti besok pagi" tambahnya, dikutip detikINET dari Yerusalem Post.
Seperti diketahui, Israel memakai lapisan sistem pertahanan Iron Dome, David's Sling, dan Arrow. Nah, hanya Arrow yang awalnya dirancang menembak rudal balistik jarak jauh seperti yang ditembakkan Iran.
Iron Dome seharusnya menembak jatuh ancaman jarak pendek, seperti roket sederhana dan drone. Sementara David's Sling dirancang melumpuhkan ancaman jarak menengah, seperti roket jarak menengah, rudal jelajah, dan drone yang lebih kompleks.
Semua batasan itu berubah ketika sistem David's Sling berhasil menjatuhkan rudal balistik Iran di Juni 2025. Setelahnya, Israel mengintegrasikan David's Sling ke dalam sistem untuk melumpuhkan ancaman rudal balistik jarak jauh, sebagai opsi tambahan selain Arrow yang biayanya mahal. Terlebih, biaya David's Sling lebih murah.
Namun David's Sling ini tidak bisa mencegat semua rudal Iran. David's Sling mencegat ancaman udara pada ketinggian jauh lebih rendah ketimbang Arrow 3 yang mencegat rudal di luar angkasa. Karena pencegatan terjadi lebih dekat ke tanah, risiko penyebaran serpihan peluru lebih tinggi. Terlebih, Iran juga menggunakan 50 hingga 70 persen munisi tandan (bom klaster) dalam rudalnya. Munisi ini mengandung lusinan sub bom yang menyebar ke area lebih luas.
Simak Video "Video Rudal Iran Hantam Tel Aviv Israel, 1 Tewas-20 Terluka"
(fyk/fyk)