Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisruh Rating IGRS, Komdigi dan Steam Sepakat Lakukan Investigasi

Kisruh Rating IGRS, Komdigi dan Steam Sepakat Lakukan Investigasi


Panji Saputro - detikInet

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menanggapi kehebohan terkait penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang tidak sesuai. Mereka mengaku telah berkomunikasi dengan Steam dan sepakat melakukan investigasi.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana. Foto: Panji Saputro/detikINET
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menanggapi kehebohan terkait penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang sempat tidak sesuai. Mereka mengaku telah berkomunikasi dengan Steam dan sepakat melakukan investigasi.

"Ya kami intens berkordinasi dengan Steam. Tadi pagi jam 10 kita udah meeting juga dan komitmen untuk investigasi di masing-masing sistem internal ya," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, di kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sony mengatakan nantinya Steam akan memberikan informasi terbaru saat proses investigasinya rampung, dan akan dijelaskan oleh Komdigi. Sementara dari Komdigi, mereka akan fokus kepada bagaimana improvement terkait hal ini ke depannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbaikan ke depannya dari sisi baik itu dari sistem atau dari sisi mekanisme compliance (kepatuhan) terhadap regulasinya," ujar Sony.

Sony mengakui insiden ini janggal, bahkan dinilainya sudah sangat ekstrem ya. Ia memberikan contoh seperti game battle royale berjudul PUBG: Battlegrounds di platform Steam mendapatkan rating 3+, sedangkan game Upin & Ipin Universe dikasih rating 18+.

ADVERTISEMENT

"Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal, makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya dan baik di internal Komdigi ataupun di eksternal di pihak Steam," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerapan IGRS di platform Steam memicu protes besar dari warganet, khususnya kalangan gamer Indonesia. Banyak kejanggalan dan ketidaksesuaian pada implementasinya.

Keresahan ini cepat menyebar di media sosial. Gamer menilai sistem rating tersebut membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi orang tua yang mengandalkan label usia untuk menentukan kelayakan konten bagi anak.

Namun setelah menimbulkan kegaduhan di media sosial, rating game IGRS di Steam lenyap. Kini hanya ada rating PEGI yang menghiasi halaman game.

Hilangnya IGRS di Steam setelah Komdigi mengeluarkan pernyataan bahwa rating tersebut bukan hasil klasifikasi resmi yang diverikasi.

"Rating yang beredar berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare oleh platform Steam. Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan Indonesia," ujar Komdigi dalam pernyataan resminya di media sosial (5/4).




(hps/rns)




Hide Ads