Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Banyak Rudal dan Drone Iran Lolos Gempuran AS-Israel

Banyak Rudal dan Drone Iran Lolos Gempuran AS-Israel


Fino Yurio Kristo - detikInet

ARAD, ISRAEL - MARCH 22: A view from the area where at least 88 people were injured following an Iranian missile attack Saturday on the southern Israeli town of Arad near the Dead Sea, on March 22, 2026. The tally includes 10 in serious condition, 19 moderately injured, 55 lightly injured and four panic victims. (Photo by Mostafa Alkharouf/Anadolu via Getty Images)
Serangan rudal Iran ke Israel. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Israel mulai membatasi penggunaan rudal pencegat tercanggihnya seiring rentetan serangan Iran yang terus-menerus menguras persediaan negara tersebut. Rupanya meski terus digempur, jumlah rudal maupun drone Iran masih cukup untuk melancarkan serangan berbahaya.

Sistem pertahanan udara Israel, dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di dunia, sangat bergantung pada sistem Arrow untuk menangkal ancaman rudal balistik jarak jauh. Namun, penggunaan pencegat mutakhir tersebut kini mulai dihemat.

Mereka beralih menggunakan versi David's Sling yang telah ditingkatkan kemampuannya, bahkan Iron Dome, untuk mengatasi ancaman yang pada awalnya tidak dirancang untuk ditangani sistem-sistem tersebut. Keduanya sebenarnya untuk menangkal rudal jarak menengah dan pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal perang, Iran meluncurkan lebih dari 400 rudal bersama ratusan drone. Meski intensitas serangan menurun, ritme serangan yang stabil, ditambah tembakan harian dari Hizbullah, membebani pertahanan berlapis Israel. Bahkan beberapa rudal berhasil lolos. Iran juga terus menyerang infrastruktur di negara-negara Teluk.

Menurut informasi intelijen yang diperoleh Reuters, AS hanya dapat memastikan dengan yakin bahwa mereka telah menghancurkan sekitar sepertiga dari persediaan rudal Iran yang sangat besar. Padahal perang AS-Israel terhadap Iran sudah sekitar sebulan.

ADVERTISEMENT

Status sekitar sepertiga lainnya kurang jelas, tapi pengeboman kemungkinan telah merusak, menghancurkan, atau mengubur rudal-rudal tersebut dalam terowongan dan bungker bawah tanah. Salah satu sumber mengatakan intelijen punya penilaian serupa untuk drone Iran, di mana sekitar sepertiga di antaranya telah dihancurkan.

Dikutip detikINET dari Guardian, penilaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rudal Iran hancur atau tidak dapat diakses, mereka masih memiliki persediaan signifikan dan mungkin dapat menyelamatkan beberapa rudal yang terkubur atau rusak setelah pertempuran berhenti.

Informasi intelijen ini bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa Iran "hanya menyisakan sedikit roket". Ia memang tampaknya mengakui ancaman dari sisa rudal dan drone Iran terhadap operasi AS di masa mendatang untuk mengamankan Selat Hormuz yang sangat vital secara ekonomi.

Serangan AS telah menghantam lebih dari 10.000 target militer Iran menurut Komando Pusat (Central Command), menenggelamkan 92% kapal besar angkatan laut Iran. Meskipun demikian, Komando Pusat menolak untuk menyatakan secara pasti berapa banyak kemampuan rudal atau drone Iran yang telah dihancurkan.

Salah satu sumber mengatakan bagian dari masalah adalah sulitnya menentukan berapa banyak rudal Iran yang ditimbun di bawah tanah sebelum perang. Seorang pejabat senior AS menyuarakan skeptisisme mengenai kemampuan AS menilai kemampuan rudal Iran secara tepat. "Saya tak tahu apakah kita akan pernah memiliki angka yang akurat," katanya.




(fyk/fay)
TAGS




Hide Ads