Kapal induk USS Gerald Ford mundur dari Perang Iran dengan alasan kebakaran laundry. Tapi Presiden AS Donald Trump bilang kapal canggih ini habis dibombardir.
Mungkin Trump keceplosan, mungkin juga tidak. Dilansir dari PressTV Iran, Minggu (29/3/2026) Trump bercerita soal USS Gerald Ford dibombardir, dalam forum investasi Saudi, FII PRIORITY Miami 2026 di Faena Hotel, Miami Beach, AS. Berita yang sama juga diterbitkan Daily Times Pakistan dan News18, brand CNN untuk India.
"Itu jam 1 dini hari, oke kita dalam masalah. Tapi kita siap, Johnny. Lalu mereka serang dari 17 arah, di sini dan di sana. Kita lari biar selamat," kata Trump dalam pidatonya seperti dilihat di Fox News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tidak ada media mainstream Amerika memberitakan hal ini. Money Control malah memberitakan Trump sebenarnya bukan keceplosan, tapi ucapan dia memang rancu karena mencampur cerita Venezuela dan Perang Iran. Diketahui sebelum Perang Iran, USS Gerald Ford sebelumnya dikirim ke Venezuela dengan alasan perang narkoba sebelum akhirnya ada kejadian penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Jika cerita Trump ini memang soal Iran, maka berbeda dengan keterangan resmi dari Pentagon. Pentagon mengatakan USS Gerald Ford mundur dari medan Perang Iran karena kebakaran ruang laundy yang menyebabkan kapal induk ini mesti diperbaiki di Crete, Yunani.
Kecanggihan teknologi USS Gerald Ford
USS Gerald Ford bukan kapal induk sembarangan. Trump menyebutnya kapal induk terbesar di dunia. National Herald India memberitakan ini adalah kapal induk dengan teknologi paling canggih dari Amerika.
Kapal ini panjangnya 333-337 meter, tinggi 76 meter, kapasitas 2.600 tentara. Biaya pembuatannya adalah USD 13 miliar (Rp 220,8 triliun), paling mahal dalam sejarah dan itu karena kecanggihan teknologinya. Kapal induk ini membanggakan teknologi Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS).
Ini adalah sistem peluncur jet tempur dari dek kapal induk menggantikan teknologi lama yaitu ketapel uap. EMALS meluncurkan jet tempur dengan lebih cepat, lebih mulus dan bisa lebih sering dengan elektromagnet.
Kemampuan radarnya sangat canggih bisa melacak ancaman berlipat ganda secara simultan yang terdiri dari AN/SPY-3 Multi-Function Radar (MFR), AN/SPY-4 Volume Search Radar (VSR) dan AN/SPY-6(V)3 Enterprise Air Surveillance Radar (EASR). Kapal induk ini juga menerapkan otomasi sehingga mengurangi beban kerja awak kapal dan lebih efisien dalam operasional.
Untuk persenjataan ada 2 sistem peluncur rudal MK 29 masing-masing berisi 8 rudal RIM 162 SeaSparrow dan ada 2 sistem peluncur MK 49 masing-masing berisi 21 rudal RIM 116 Rolling Airframe.
USS Gerald Ford adalah kapal induk bertenaga nuklir dengan Reaktor A1B biasanya didampingi kapal perusak, kapal selam dan kapal pendukung. Lawannya saat ini bukan kapal musuh lain, tapi rudal dan drone.
USS Gerald Ford adalah simbol dominasi Amerika dalam teknologi alutsista. Oleh karena itu, berita kerusakan USS Gerald Ford, sungguh mengganggu citra Amerika.
(fay/hps)

