Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tolak Pembangunan Pusat Data, Nenek Ini Ogah Dibayar Rp 441 Miliar

Tolak Pembangunan Pusat Data, Nenek Ini Ogah Dibayar Rp 441 Miliar


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi Data Center
Foto: Dok. Princeton Digital Group
Jakarta -

Seorang nenek dari negara bagian Kentucky, Amerika Serikat menolak tawaran USD 26 juta atau sekitar Rp 441 miliar untuk menjual sebagian lahan pertanian keluarganya. Mereka tidak ingin lahan yang sudah dimiliki oleh beberapa generasi itu diubah menjadi pusat data untuk AI.

Ida Huddleston dan keluarganya memiliki lahan pertanian seluas 1.200 acre atau sekitar 485 hektar. Pada April 2025, sebuah perusahaan AI besar yang tidak disebutkan namanya menawarkan USD 26 juta untuk membeli lahannya agar bisa dibangun pusat data.

Huddleston dan keluarganya menolak tawaran tersebut. Mereka mengaku tidak ingin ada pusat data yang dibangun di dekat atau di lahan pertanian mereka karena berbagai alasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka menyebut kami petani tua bodoh, tapi kami tidak bodoh," kata Huddleston yang berusia 82 tahun kepada Local 12 WKRC, seperti dikutip dari TechCrunch, Minggu (29/3/2026).

"Kami tahu setiap kali makanan kami menghilang, lahan kami menghilang, dan kami tidak punya air - dan racun itu. Nah, saya sudah muak mengalaminya," imbuhnya merujuk pada krisis air dan pencemaran tanah yang baru-baru ini dilaporkan terjadi di area dekat pusat data.

ADVERTISEMENT

Huddleston menyebut janji perusahaan AI bahwa pusat data akan mendatangkan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi hanya bualan belaka. "Ini penipuan," ujarnya.

Delsia Bare, putri Huddleston, mengatakan keluarganya termasuk salah satu dari belasan pemilik tanah yang didekati oleh pembeli anonim yang mewakili perusahaan AI tersebut.

Harga tanah di Mason County, Kentucky sekitar USD 6.000 per acre, sedangkan tawaran yang ia terima kira-kira sepuluh kali lipat dari harga tersebut.

Meski tawarannya sudah ditolak, Bare mengatakan perusahaan AI itu mengubah rencananya menggunakan tanah yang sudah dibeli dari pemilik yang setuju untuk menjualnya. Artinya, pusat data itu mungkin akan dibangun di dekat lahan milik keluarganya.




(vmp/vmp)
TAGS




Hide Ads