×
Ad

Ironis! CCTV Iran Jadi Senjata Israel Lacak Khamenei

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 26 Mar 2026 08:45 WIB
Ironis! CCTV Iran Jadi Senjata Israel Lacak Khamenei. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Iran membangun jaringan CCTV untuk mengawasi dan menekan aksi protes rakyatnya. Namun ironisnya, sistem itu justru dimanfaatkan Israel untuk melacak dan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Informasi ini diungkap Associated Press (AP) berdasarkan sumber intelijen yang mengetahui operasi tersebut. Laporan terbaru menyebut Israel berhasil menyusup ke sistem kamera pengawas di Tehran dan memanfaatkannya sebagai alat intelijen. Sistem yang dirancang untuk memantau warga itu berubah menjadi "mata-mata digital" yang membantu operasi militer presisi.

Menurut sejumlah sumber intelijen, kamera lalu lintas dan CCTV kota telah diretas selama bertahun-tahun. Data yang diambil kemudian dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan pola pergerakan Khamenei dan lingkaran keamanannya.

CCTV Jadi Senjata Intelijen

Dua sumber intelijen AP mengungkapkan, hampir seluruh kamera lalu lintas Teheran telah diretas bertahun-tahun sebelum operasi dijalankan. Rekaman langsung dari kamera-kamera itu dikirim secara diam-diam ke server di Israel.

Satu kamera bahkan memiliki sudut pandang sempurna ke tempat parkir dekat kompleks kepemimpinan Iran. Algoritma AI kemudian menganalisis rekaman tersebut secara otomatis - mengungkap pola perjalanan, alamat, hingga susunan pengawal Khamenei. Begitu sistem mendeteksi keberadaan Khamenei di kompleks tersebut pada pagi hari, serangan pun dilancarkan.

Ironisnya, peringatan sudah berkali-kali datang. Mahmoud Nabavian, Wakil Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, bahkan pernah berteriak lantang di media Iran: "Semua kamera di persimpangan kita sudah di tangan Israel. Kalau kita bergerak, mereka akan tahu." Peringatan itu diabaikan - dan akibatnya fatal.

Mengapa CCTV Sangat Mudah Diretas?

Paul Marrapese, insinyur keamanan siber, menemukan hampir 3 juta kamera tidak terlindungi di seluruh dunia pada pemindaian tahun ini - termasuk hampir 2.000 kamera di Iran.

Penyebabnya klasik: password default tidak pernah diganti, firmware tidak diperbarui, hingga kamera dihubungkan langsung ke internet tanpa pengamanan. Iran yang terkena sanksi Barat memperparah situasi, karena terpaksa mengandalkan hardware China atau perangkat lunak bajakan yang minim dukungan keamanan.

"Ada jutaan kamera di seluruh dunia. Banyak yang sangat mudah diretas. Ini seperti ikan di dalam tong," ujar Marrapese.



Simak Video "Video Tank-tank hingga Helikopter Israel Merapat ke Perbatasan Lebanon"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork