×
Ad

Kemampuan Rudal Iran dan Jangkauannya Jadi Bahan Perdebatan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 25 Mar 2026 19:44 WIB
Iran pertama kali luncurkan rudal Sejjil untuk Israel. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Kemampuan rudal milik Iran menarik perhatian dunia. Ahli pertahanan mengungkap seperti apa kemampuan rudal Iran dan sejauh mana ia bisa menyerang.

Rudal balistik diluncurkan menggunakan roket dan, setelah terpisah dari roket, terbang sebagian besar di bawah pengaruh gravitasi menuju tujuannya. Jangkauan rudal ditentukan oleh ukuran roket.

Rudal balistik jarak pendek dapat terbang sekitar 500 hingga 1.000 km dan dapat diluncurkan dari truk bergerak. Rudal ini digunakan untuk menghancurkan infrastruktur pertahanan utama seperti radar.

Rudal balistik jarak menengah memiliki jangkauan sekitar 1.000 hingga 3.000 km. Rudal ini digunakan untuk menyerang target yang lebih strategis seperti pusat komando dan kendali tempat para pemimpin militer mengoordinasikan operasi. Rudal balistik jarak menengah beroperasi pada jarak 3.000 hingga 5.500 km, yang membahayakan wilayah geografis yang jauh lebih luas.

Rudal balistik antarbenua, atau ICBM, memiliki jangkauan 5.000 hingga 10.000 km, sehingga memungkinkan untuk menyerang target di area yang sangat luas. Senjata jarak jauh ini membutuhkan beberapa tahap roket. Roket-roket tersebut terbang sangat tinggi, keluar dari atmosfer dan memasuki ruang angkasa, sebelum melengkung kembali ke Bumi. Pertanyaannya, Iran punya yang mana?

Persediaan rudal Iran

Melansir The Conversation, Rabu (25/3/2026) Iran memiliki program rudal balistik yang ekstensif. Negara ini telah mengembangkan sejumlah rudal balistik jarak pendek selama bertahun-tahun. Rangkaian senjata tersebut meliputi sistem Fateh, Shahab-2, dan Zolfaghar.

Jangkauan rudal-rudal ini hingga 800 km, sehingga tidak cukup bagi Iran untuk menggunakannya secara langsung terhadap Israel karena jarak terdekat antara kedua negara sekitar 900 km. Namun, milisi yang didukung Iran telah mengerahkan senjata-senjata ini di negara-negara tetangga, seperti Lebanon dan Suriah, dan meluncurkannya dari sana dalam serangan terhadap Israel.

Iran juga telah mengembangkan rudal balistik jarak menengah seperti Shahab-3, Sejjil, dan Khorramshahr. Rudal-rudal ini memiliki jangkauan mencapai 2.000 km, yang berarti mereka dapat mencapai Israel langsung dari Iran.

Akan tetapi, Iran dilaporkan menggunakan hulu ledak yang lebih kecil yang memberikan rudalnya jangkauan 3.000 km. Kejadian serangan rudal ke Diego Garcia juga menjadi perdebatan. Amerika dan Israel bilang itu rudal Iran. Iran dengan tegas membantah menyerangnya dan memunculkan narasi operasi false flag dari Israel dan Amerika untuk memprovokasi Inggris. Namun, beberapa pengamat berpendapat kalaupun benar itu adalah rudal Iran, maka kemungkinan besar adalah Khorramshahr yang telah dimodifikasi lebih lanjut.

Diklaim tak sekuat itu

Pada akhirnya, meskipun klaim serangan jarak jauh Iran di Diego Garcia mengejutkan dunia, pakar pertahanan AS menyebut serangan itu lebih ditujukan untuk efek psikologis dan politik daripada untuk menimbulkan ancaman militer yang nyata.

Perlu dicatat bahwa tantangan tambahan dalam mengerahkan rudal balistik jarak menengah adalah biayanya, yang sebanding dengan ukuran roket yang dibutuhkan. Roket dua tahap yang dapat terbang sejauh 4.000 km mungkin merupakan salah satu senjata termahal yang dimiliki Iran. Oleh karena itu, kecil kemungkinan mereka memiliki banyak rudal jenis ini.

Meskipun demikian, kabar serangan itu tentu saja telah menarik perhatian dunia dan dapat meningkatkan tekanan untuk pendekatan diplomatik guna mengakhiri konflik dengan Iran dengan segera.



Simak Video "Video: 2 Orang di Ramat Gan Israel Tewas Akibat Rudal Iran"

(ask/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork