Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Arm Bikin Chip Sendiri, Meta Jadi Pengguna Perdana

Arm Bikin Chip Sendiri, Meta Jadi Pengguna Perdana


Anggoro Suryo - detikInet

Ilustrasi chip
Ilustrasi chip. Foto: via Live Science
Jakarta -

Perusahaan chip asal Inggris, Arm, akhirnya mengambil langkah besar setelah puluhan tahun hanya melisensikan desain prosesor. Arm kini resmi memperkenalkan chip buatannya sendiri, bernama Arm AGI CPU.

Chip ini dirancang untuk kebutuhan inference AI, yakni menjalankan proses komputasi di balik layanan seperti AI agent yang bisa menjalankan banyak tugas sekaligus di cloud, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (25/3/2026).

Klien pertama yang langsung mengadopsinya adalah Meta. Perusahaan ini bahkan disebut sebagai mitra utama sekaligus co-developer dalam pengembangan chip tersebut, dan berencana menggunakannya untuk beberapa generasi ke depan di data center mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini menarik karena Meta sebelumnya dilaporkan kesulitan mengembangkan chip AI sendiri. Dengan menggandeng Arm, Meta tetap bisa memperkuat infrastruktur AI tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pengembangan internal.

ADVERTISEMENT

Arm menyebut chip ini berbasis platform Neoverse, yang juga digunakan oleh berbagai pemain besar seperti AWS, Microsoft, dan Google. Dalam satu konfigurasi, chip ini bisa memiliki hingga 136 core per CPU dan digunakan dalam rak server berisi hingga 64 CPU dengan pendingin udara.

Dari sisi performa, Arm mengklaim AGI CPU mampu menghadirkan efisiensi hingga dua kali lipat dibanding CPU berbasis x86, terutama dalam hal performa per watt dan pengurangan bottleneck memori.

Meski begitu, Arm tidak meninggalkan ekosistem lama sepenuhnya. Chip ini akan digunakan berdampingan dengan solusi dari pemain lain seperti Nvidia dan AMD, yang masih dominan di sektor AI.

Selain Meta, sejumlah perusahaan lain juga disebut tertarik menggunakan chip ini, termasuk OpenAI, Cloudflare, hingga SAP. Arm menargetkan perusahaan yang ingin membangun infrastruktur AI sendiri, tetapi tidak memiliki sumber daya untuk mengembangkan chip dari nol.

Langkah Arm ini juga berpotensi mengubah peta industri semikonduktor. Selama ini, model bisnis Arm berfokus pada lisensi desain ke perusahaan lain. Dengan mulai memproduksi chip sendiri, Arm kini masuk lebih dalam ke rantai nilai yang sebelumnya didominasi oleh mitra-mitranya.

Di sisi lain, dinamika industri juga terlihat dari absennya Qualcomm dalam daftar pihak yang menyambut pengumuman ini, menyusul konflik hukum terkait lisensi yang terjadi sebelumnya.

Dengan dorongan kebutuhan AI yang terus meningkat, langkah Arm ini bisa menjadi sinyal bahwa persaingan chip data center akan semakin ketat, tidak hanya soal performa, tapi juga efisiensi dan kontrol teknologi.




(asj/fay)
TAGS






Hide Ads