Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pelari Kalcer Upload Strava, Lokasi Kapal Induk Nuklir Prancis Bocor

Pelari Kalcer Upload Strava, Lokasi Kapal Induk Nuklir Prancis Bocor


Agus Tri Haryanto - detikInet

50 personel angkatan laut Prancis di kapal induk Charles de Gaulle dinyatakan positif Corona. Saat ini kapal induk tersebut sudah berlabuh di Teluk Toulon.
kapal induk Charles de Gaulle terdeteksi gegara ada yang mengaktifkan aplikasi Strava. Foto: AP/Daniel Cole
Jakarta -

Sebuah aktivitas olahraga sederhana berubah menjadi insiden keamanan serius. Seorang perwira Angkatan Laut Prancis tanpa sengaja membocorkan lokasi kapal induk nuklir negaranya gara-gara pakai aplikasi Strava.

Insiden ini terjadi ketika seorang anggota Angkatan Laut Prancis merekam aktivitas jogging di dek kapal induk Charles de Gaulle menggunakan smartwatch yang terhubung dengan aplikasi kebugaran Strava.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data lari tersebut kemudian diunggah ke profil publiknya, sehingga menampilkan peta GPS yang memperlihatkan lokasi kapal secara hampir real-time di Laut Mediterania. Sontak, postingan aktivitas olahraga itu bikin heboh.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media Prancis Le Monde, aktivitas tersebut berlangsung pada 13 Maret ketika sang perwira berlari sekitar 35 menit sambil berputar di dek kapal. Dari data GPS yang terekam, posisi kapal dapat dilacak berada di laut barat laut Siprus, sekitar 100 kilometer dari pantai Turki.

Padahal, kapal induk Charles de Gaulle saat itu sedang menjalankan misi penting di kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah Prancis sebelumnya memang mengumumkan pengerahan armada itu, tetapi lokasi tepatnya dianggap informasi sensitif karena berkaitan dengan keamanan operasi militer.

Angkatan bersenjata Prancis mengatakan langkah-langkah yang tepat akan diambil jika laporan itu benar, karena anggota angkatan laut secara teratur diingatkan tentang risiko pelanggaran keamanan menggunakan aplikasi semacam itu.

"Kasus yang dilaporkan, jika dikonfirmasi, tidak sesuai dengan instruksi saat ini," katanya dikutip detikINET dari Euronews.

Hal ini jadi sorotan karena situasi dunia yang sedang gonjang-ganjing akibat perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS) yang sudah berlangsung beberapa pekan. Sebelumnya juga, Prancis telah menyatakan sikap tidak membantu AS di Selat Hormuz yang kini sedang memanas.

Kasus 'kebocoran data' ini kembali menyoroti risiko penggunaan perangkat digital dan aplikasi kebugaran di lingkungan militer. Data aktivitas berbasis GPS yang dipublikasikan dapat mengungkap pola pergerakan atau lokasi fasilitas sensitif, bahkan tanpa disadari oleh penggunanya.

Ini bukan pertama kalinya Strava menimbulkan kekhawatiran keamanan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, data aktivitas pengguna di aplikasi tersebut juga pernah digunakan untuk mengidentifikasi lokasi pangkalan militer dan rute patroli di berbagai wilayah konflik.




(agt/agt)






Hide Ads