×
Ad

Rahasia Produksi 'Pelangi di Mars': Mac & Final Cut Pro Jadi Andalan

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 14 Mar 2026 16:00 WIB
Sutradara 'Pelangi di Mars' Andalkan Mac, iPad, dan Final Cut Pro Foto: Apple
Jakarta -

Dalam proses kreatif pembuatan film Pelangi di Mars, sutradara Upie Guava mengandalkan berbagai perangkat dari ekosistem Apple. Bagi dia, kekuatan utama perangkat tersebut bukan hanya pada spesifikasinya, tetapi pada cara semua perangkat dan aplikasi saling terhubung.

Ia mengaku sudah menggunakan Mac sejak era MacBook White, salah satu laptop Apple yang populer pada masanya. Sejak saat itu ia terus menggunakan berbagai perangkat Apple dalam proses kerja sehari-hari.

Menurut Upie, ekosistem yang terintegrasi membuat proses kreatif menjadi jauh lebih fleksibel. "Yang membuat saya bertahan bukan hanya spesifikasi, tapi ekosistemnya," ujarnya saat berbincang dengan detikINET.

Dalam proses pengembangan ide, ia sering menggunakan Keynote untuk membuat deck presentasi yang berisi konsep visual, referensi gambar, hingga struktur cerita.

File tersebut kemudian dibagikan kepada tim melalui iCloud sehingga semua anggota tim bisa mengaksesnya secara bersamaan.

Kolaborasi juga menjadi lebih mudah karena setiap anggota tim bisa memberikan komentar atau memperbarui materi secara langsung. Selain Keynote, Upie juga menggunakan aplikasi Freeform untuk brainstorming visual.

Upie Guava - Sutradara Foto: Adi FR/detikINET

Aplikasi ini memungkinkan tim menempelkan berbagai ide, gambar, atau catatan dalam satu papan digital yang bisa diakses bersama.
Menurutnya, proses kreatif sering kali membutuhkan ruang eksplorasi yang bebas.

Ide bisa muncul dari mana saja dan sering kali berkembang secara spontan melalui diskusi tim. Karena itu tools yang fleksibel sangat membantu dalam proses tersebut.

Upie juga sering menggunakan GarageBand untuk membuat sketsa musik atau konsep audio sederhana. Menariknya, proses ini tidak selalu dilakukan di studio.

Kadang ia justru membuat sketsa musik langsung dari iPhone atau iPad ketika sedang berada di luar. "Saya percaya proses kreatif harus cepat dan fleksibel. Ide bisa muncul di mana saja," katanya.

Upie Guava memanfaatkan ekosistem Apple. Foto: Apple

Dalam proses editing film, Upie mengandalkan Final Cut Pro. Software editing video dari Apple ini dikenal memiliki antarmuka yang relatif sederhana tetapi tetap powerful untuk produksi profesional.

Salah satu fitur yang paling ia sukai adalah Magnetic Mask. Fitur ini memungkinkan proses rotoscoping atau pemisahan objek dari latar belakang dilakukan secara otomatis menggunakan teknologi berbasis AI.

Dulu pekerjaan seperti ini biasanya membutuhkan banyak tenaga manusia dan waktu yang lama. Editor harus memotong objek secara manual frame demi frame.

Namun dengan teknologi seperti Magnetic Mask, proses tersebut bisa dilakukan dalam hitungan detik. Menurut Upie, fitur-fitur seperti ini bukan sekadar tambahan kecil dalam software editing.

Upie Guava Foto: Apple

Teknologi tersebut benar-benar mengubah cara kerja dalam produksi film modern. Dengan workflow yang lebih cepat, tim produksi dapat lebih fokus pada aspek kreatif seperti storytelling, ritme editing, dan eksplorasi visual.

Bagi Upie, teknologi seharusnya membantu kreator bekerja lebih bebas, bukan justru membuat proses menjadi lebih rumit. "Tools harus memudahkan, bukan menghambat kreativitas," ujarnya.

Karena itulah ia selalu memilih perangkat dan aplikasi yang sederhana tetapi mampu mendukung proses kreatif secara maksimal.



Simak Video "Video: "Pelangi di Mars" Ajak Anak Berani Bermimpi "

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork