Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sekali Tembak Rp 70 M, Ini Torpedo AS yang Tenggelamkan Kapal Iran

Sekali Tembak Rp 70 M, Ini Torpedo AS yang Tenggelamkan Kapal Iran


Fino Yurio Kristo - detikInet

Cuplikan gambar ini dari video yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada 4 Maret 2026, menunjukkan apa yang menurut Departemen Pertahanan adalah rekaman periskop dari kapal selam Angkatan Laut AS yang menembaki dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Sebuah kapal selam AS menembak torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu. Hampir 150 orang hilang dan beberapa tewas setelah fregat IRIS Dena tenggelam pada hari Rabu di lepas pantai Sri Lanka, kata para pejabat.
Torpedo dari kapal selam AS tenggelamkan kapal Iran. Foto: (Departemen Pertahanan AS/AFP)
Jakarta -

Sebuah torpedo Angkatan Laut Amerika Serikat bernilai jutaan dolar ditembakkan dari kapal selam dan meledak di bawah sebuah kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira posisinya aman di perairan internasional," kata Menhan AS, Pete Hegseth. Hegseth menggambarkan serangan itu sebagai kematian yang sunyi.

Senjatanya diidentifikasi sebagai torpedo Mark 48 Advanced Capability (ADCAP). "Mark 48 adalah salah satu senjata anti kapal paling mematikan dalam inventaris AS," kata Thomas Shugart, peneliti Center for a New American Security, dikutip detikINET dari Fox News.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Torpedo tersebut membawa hulu ledak 290 kg dan dirancang bukan untuk menabrak kapal secara langsung melainkan untuk meledak di bawahnya, menciptakan gelembung uap raksasa yang mematahkan punggung kapal dan membelahnya menjadi dua.

Torpedo-torpedo jenis ini diluncurkan dari kapal selam serang AS, termasuk kapal selam kelas Virginia dan kapal selam kelas Los Angeles. Namun, tak disebutkan kapal selam mana yang menembakkannya. "Torpedo ini meledak di bawah buritan kapal Iran dan mengangkatnya keluar dari air, sehingga kapal tenggelam dalam hitungan menit," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Torpedo tersebut berharga sekitar USD 4,2 juta (sekitar Rp 70 miliar) per unit dan Shugart menyebutnya serangan kapal selam langka dalam sejarah angkatan laut modern. Selain Perang Dunia II, ia menunjuk Perang Falkland tahun 1982 sebagai salah satu contoh di mana torpedo yang diluncurkan dari kapal selam berhasil menenggelamkan kapal tempur permukaan berukuran besar.

Torpedo Mark 48Torpedo Mark 48. Foto: Army Recogniton

"Ini adalah kali kedua dalam sejarah di mana sebuah kapal selam bertenaga nuklir menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal. Satu-satunya waktu lain hal itu terjadi adalah oleh kapal selam Inggris bernama HMS Conqueror, yang dengan cara serupa menenggelamkan kapal penjelajah Argentina, General Belgrano, selama Perang Falkland tahun 1982," tambahnya.

Operasi kapal selam angkatan laut ini menurutnya dirancang untuk menunjukkan dominasi maritim AS. "Bagi saya, ini jelas terlihat seperti sebuah pesan bahwa AS benar-benar tidak lagi menahan diri," tambah Shugart.

Shugart mengklaim memburu dan menenggelamkan kapal Iran seperti itu bukanlah tugas berat bagi kapal selam bertenaga nuklir AS. Kapal sasaran diidentifikasi sebagai IRIS Dena, fregat terbaru dalam armada angkatan laut Iran dan dilengkapi rudal darat ke udara, rudal anti kapal, peluncur torpedo, dan persenjataan berat lain. Lalu, apakah Iran punya kapal selam?

"Saya tidak yakin Iran masih memiliki kapal selam operasional, tapi jika masih beroperasi, kapal selam terbesar setidaknya sudah berusia 20 atau 30 tahun. Kapal-kapal itu kemungkinan kapal selam diesel-elektrik bekas Rusia, jadi tidak bertenaga nuklir seperti milik AS, dengan komunikasi satelit dan mobilitas tanpa batas," pungkas Shugart.




(fyk/fay)







Hide Ads