Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Manuver Tajam Elon Musk Disebut Bikin Pasukan Rusia Kalang Kabut

Manuver Tajam Elon Musk Disebut Bikin Pasukan Rusia Kalang Kabut


Fino Yurio Kristo - detikInet

Apa yang Halangi Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia?
Elon Musk. Foto: DW (News)
Jakarta -

Langkah Elon Musk memutus akses Rusia ke satelit Starlink di atas Ukraina, kemungkinan besar telah mengganggu komando taktis pasukan Rusia dan membatasi kapasitas ofensif mereka, tetapi perang terus berlanjut.

Menghubungkan drone Rusia ke satelit Starlink yang dioperasikan SpaceX milik Musk membuatnya menjadi lebih akurat, memperluas jangkauan, dan lebih sulit diblokir. Satelit-satelit ini juga penting bagi komando dan kendali Rusia di area Ukraina.

"Semua tentara yang dananya sedikit dan butuh bandwidth pasti menggunakan Starlink. Sistem ini fleksibel, tidak mahal, dan melengkapi sistem militer yang tidak memungkinkan peningkatan bandwidth," sebut sumber yang dikutip detikINET dari France24.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konflik Ukraina, Starlink memberi unit Rusia kendali real time atas pasukan dan drone, untuk mendapatkan gambaran umum dan dapat membuat keputusan lebih baik. Satelit-satelit ini bahkan menjadi lebih penting karena tidak ada garis depan jelas.

"Itu adalah 'zona pembunuhan' selebar beberapa kilometer, yang dipatroli oleh drone, di mana regu-regu kecil beroperasi dan mencoba menyerang di sana-sini," kata Yuriy Fedorenko, komandan Brigade Drone Achilles ke-429 Ukraina .

ADVERTISEMENT

Dampak Pemutusan Starlink

Ukraina mengatakan pemblokiran Starlink berdampak besar pada pasukan Rusia meski masih harus dinilai secara independen. "Bagi Rusia ini bukan sekadar masalah, ini adalah bencana. Kami tahu mereka memakai Starlink di garis depan, tapi kami tidak menyangka sekrusial ini," kata Serhii Beskrestnov, penasihat teknologi Ukraina.

Di sisi lain, pihak Rusia meremehkannya. Valery Tishkov, pejabat komunikasi militer Rusia, mengklaim Starlink hanya digunakan dalam skala kecil dan tentara punya layanan komunikasi modern produksi dalam negeri. "Sistem kendali operasi berfungsi dengan andal dan memastikan berjalannya komando serta kendali pasukan di garis depan," cetusnya.

Menurut beberapa sumber Ukraina, Rusia berusaha membayar warga Ukraina untuk membuat akun Starlink sah yang kemudian dapat digunakan untuk drone mereka di garis depan. Dinas keamanan Ukraina memperingatkan tindakan ini adalah kejahatan yang dapat dihukum penjara seumur hidup.

Rusia mengerahkan solusi alternatif, namun tidak seandal jaringan orbit rendah Starlink. Rusia menggunakan satelit geostasioner Yamal dan Express milik sendiri yang posisinya berada lebih tinggi dan jumlahnya lebih sedikit. "Mereka membutuhkan penerima satelit yang dilengkapi antena parabola besar," kata Beskrestnov.

Antena-antena ini sekarang target utama pasukan Ukraina, sehingga Rusia harus memundurkannya. "Kami sedang berusaha melacak lokasi terminal-terminal ini," ujar penasihat tersebut.

Institute for the Study of War (ISW) menilai pasukan Ukraina kemungkinan besar tengah mengambil keuntungan dari hilangnya akses Starlink di pihak Rusia. Namun sejauh ini belum ada perubahan dramatis.




(fyk/fay)




Hide Ads