Melinda French Gates akhirnya buka suara terkait rilis terbaru dokumen pribadi Jeffrey Epstein yang menyeret nama mantan suaminya, Bill Gates. Dengan nada emosional, Melinda menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki kewajiban untuk menjelaskan perilaku Bill di masa lalu.
Dalam wawancara terbaru di podcast Wild Card milik NPR, Melinda mengungkapkan bahwa munculnya detail-detail baru dalam dokumen tersebut telah membuka kembali luka lama. Baginya, setiap informasi yang bocor ke publik membangkitkan kenangan menyakitkan dari masa-masa sulit dalam pernikahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa kita sedang menghadapi pertanggungjawaban sebagai masyarakat, kan? Tidak ada gadis, tidak ada gadis yang seharusnya ditempatkan dalam situasi seperti yang dialami Epstein dan semua orang di sekitarnya," ujar Melinda sebagaimana dikutip dari NPR, Rabu (4/2/2026).
"Ini sungguh memilukan, kan? Saya ingat saat seusia gadis-gadis itu, saya ingat putri-putri saya juga seusia mereka," katanya.
"Jadi bagi saya, secara pribadi memang sulit setiap kali detail-detail itu muncul, kan, karena [itu] membangkitkan kenangan akan masa-masa yang sangat, sangat menyakitkan dalam pernikahan saya," lanjutnya. "Tapi saya sudah melupakan hal itu."
Melinda melanjutkan dengan mengatakan bahwa "pertanyaan apa pun yang masih tersisa tentang apa yang tidak saya ketahui - bahkan tidak mungkin saya ketahui semuanya - pertanyaan-pertanyaan itu adalah untuk orang-orang tersebut dan bahkan untuk mantan suami saya. Mereka yang perlu menjawab hal-hal itu, bukan saya."
"Dan," tambahnya, "saya sangat senang bisa menjauh dari semua kekacauan yang ada di sana."
Seperti diketahui nama Bill Gates disebut eksplisit dalam sekitar tiga juta halaman komunikasi pribadi Epstein yang baru dirilis. Dokumen itu berasal dari rilis terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang menyoroti luasnya jaringan relasi Epstein dengan figur-figur berpengaruh.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Bill Gates menyebut tuduhan itu "benar-benar absurd dan sepenuhnya salah." Menurutnya, dokumen tersebut hanya menunjukkan frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates, sekaligus upaya menjebak dan mencemarkan nama baiknya.
Namun, email-email yang diklaim berasal dari Epstein berisi tuduhan serius: bahwa Bill Gates meminta difasilitasi pertemuan intim, mencari obat untuk mengobati infeksi menular seksual (IMS), serta bahkan meminta agar email terkait IMS dihapus. Salah satu pesan marah Epstein menyebut permintaan antibiotik yang diklaim akan diberikan "secara diam-diam" kepada Melinda.
Melinda mengaku rilis dokumen terbaru itu membuatnya diliputi "kesedihan yang tak terbayangkan." Ia menambahkan bahwa fokus utamanya kini tertuju pada para korban perempuan muda. "Saya bisa melihat kepada gadis-gadis itu dan berkata, Ya Tuhan, bagaimana hal itu bisa terjadi pada mereka?" ucapnya.
Menurut Melinda, ia telah mampu melanjutkan hidupnya, tetapi berharap keadilan benar-benar ditegakkan bagi para korban. "Paling tidak bagi saya, saya sudah bisa melanjutkan hidup, dan saya berharap ada keadilan bagi para wanita itu sekarang," tuturnya.
Kasus Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global setelah gelombang dokumen terbaru ini dirilis. Selain menyingkap dugaan komunikasi sensitif, berkas tersebut juga memperlihatkan bagaimana Epstein membangun dan memanfaatkan jaringan relasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh di berbagai sektor.
(afr/afr)

