Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Epstein Seret Bill Gates: Tuduhan Penyakit Seksual & Simulasi Pandemi

Epstein Seret Bill Gates: Tuduhan Penyakit Seksual & Simulasi Pandemi


Adi Fida Rahman - detikInet

Bill Gates reacts next to Indonesian President Prabowo Subianto as he attends their meeting at the Merdeka Palace in Jakarta, Indonesia, May 7, 2025. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Epstein Seret Bill Gates: Tuduhan Penyakit Seksual & Simulasi Pandemi Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Jakarta -

Nama pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali menjadi sorotan global setelah muncul dalam dokumen baru yang dikenal sebagai Epstein Files. Berkas tersebut berasal dari arsip penyelidikan mendiang Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari 2026.

Gadis Rusia dan Penyakit Seksual Menular

Dalam jutaan halaman dokumen yang dibuka ke publik, terdapat sebuah email draft yang diklaim ditulis oleh Epstein pada 2013. Email dengan subjek "Bill" itu berisi tudingan Gates mencari bantuan medis setelah "berhubungan dengan gadis Rusia".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bahkan Gates meminta Epstein untuk menghapus email terkait penyakit menular seksual (STD), permintaan antibiotik untuk Melinda, serta deskripsi anatomi pribadi Gates. Epstein juga menyatakan kekecewaannya karena Gates mengakhiri hubungan mereka.

Pihak Bill Gates segera memberikan tanggapan resmi. Juru bicara Gates menyebut tuduhan tersebut sepenuhnya tidak benar dan tidak berdasar.

"Tuduhan-tuduhan ini sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya salah," ujar juru bicara Gates dikutip dari People.

Mereka menegaskan bahwa email itu hanya mencerminkan frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates, serta upaya mencemarkan nama baik. Hingga kini, tidak ada bukti kuat yang menguatkan klaim dalam email tersebut, dan dokumen itu juga tidak pernah dikirim secara resmi kepada Gates.

Isu Simulasi Pandemi Ikut Diseret

Selain tuduhan pribadi, Epstein Files juga kembali memunculkan teori konspirasi yang mengaitkan Bill Gates dengan pandemi COVID-19. Pada Oktober 2019, Gates Foundation memang ikut mensponsori simulasi pandemi global bernama Event 201 yang diselenggarakan bersama Johns Hopkins Center for Health Security dan World Economic Forum. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan dunia menghadapi wabah virus fiktif.

Namun, pihak Gates Foundation menegaskan bahwa Event 201 hanyalah latihan kesiapsiagaan, bukan perencanaan atau prediksi pandemi nyata. Dokumen Epstein yang baru dirilis juga tidak menyebutkan simulasi tersebut secara langsung.

Meski demikian, teori konspirasi terus berkembang di media sosial, mendorong para ahli untuk kembali mengingatkan pentingnya verifikasi fakta sebelum mempercayai klaim sensasional.

Hubungan Gates dan Epstein Kembali Dipertanyakan

Bill Gates sebelumnya memang mengakui pernah bertemu Jeffrey Epstein beberapa kali setelah Epstein dihukum atas kasus prostitusi anak di bawah umur pada 2008. Menurut Gates, pertemuan itu dilakukan dalam konteks filantropi dan penggalangan dana untuk isu kesehatan global melalui Bill & Melinda Gates Foundation.

Namun, ia kemudian menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut dan mengakui bahwa pertemuan dengan Epstein merupakan kesalahan besar.

Dokumen Epstein yang baru dirilis mencantumkan sejumlah nama tokoh ternama dunia, meskipun sebagian besar klaim di dalamnya belum dapat diverifikasi. Para pakar menekankan bahwa publik perlu berhati-hati dan tidak langsung mempercayai setiap tuduhan tanpa bukti yang kuat, mengingat banyak dokumen hanya berupa catatan sepihak Epstein.




(afr/afr)






Hide Ads