Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Waduh! Anthropic Diam-diam Cacah Jutaan Buku Demi Latih AI

Waduh! Anthropic Diam-diam Cacah Jutaan Buku Demi Latih AI


Fino Yurio Kristo - detikInet

Book stack and opened book on the desk on blurred bookshelves in light public library room background
Anthropic diam-diam cacah jutaan buku demi latih AI (Foto: Getty Images/igoriss)
Jakarta -

Perusahaan AI Anthropic, rupanya mencacah jutaan buku fisik untuk melatih model AI Claude-nya. Dokumen baru menunjukkan bahwa mereka sadar betul betapa buruk hal itu akan terlihat jika diketahui publik.

Inisiatif rahasia bernama 'Project Panama' ini terungkap musim panas lalu dalam gugatan yang diajukan sekelompok penulis terhadap Anthropic, yang akhirnya disepakati diselesaikan lewat jalur damai senilai USD 1,5 miliar bulan Agustus. Sejak itu, lebih banyak informasi di balik layar terkuak setelah hakim memerintahkan agar lebih banyak dokumen kasus dibuka.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap bagaimana pimpinan Anthropic memandang buku sebagai esensial untuk melatih model AI mereka. Salah satu pendiri menyatakan bahwa buku akan mengajari bot cara menulis dengan baik alih-alih meniru bahasa internet murahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membeli, memindai, dan menghancurkan jutaan buku bekas adalah salah satu cara untuk melakukannya. Cara ini murah dan sangat mungkin legal. Praktik destruktif ini memanfaatkan celah hukum yang dikenal sebagai doktrin penjualan pertama, yang mengizinkan pembeli melakukan apa saja terhadap barang yang mereka beli tanpa campur tangan pemegang hak cipta.

Dengan mengonversi berkas dari kertas ke digital, seorang hakim memutuskan hal ini sudah cukup untuk dianggap sebagai penggunaan wajar dan pencacahan buku ini memungkinkan perusahaan menghindari pembayaran royalti kepada penulis atas karya mereka.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemaparan dokumen gugatan, Anthropic menggunakan mesin pemotong tenaga hidrolik untuk memotong rapi jutaan buku yang didapat dari pengecer buku bekas, lalu memindai halaman-halamannya menggunakan pemindai tingkat produksi berkecepatan dan berkualitas tinggi. Kemudian, perusahaan daur ulang mengangkut tumpukan buku yang sudah terkoyak itu.

Anthropic sendiri terdengar cemas mengenai bagaimana praktik perusakan ini akan terlihat di mata publik. "Kami tidak ingin diketahui bahwa kami sedang mengerjakan ini," bunyi dokumen perencanaan internal tahun 2024.

Sebelum beralih ke buku fisik, perusahaan awalnya mengandalkan buku digital. Pada 2021, salah satu pendiri Anthropic, Ben Mann, berinisiatif mengunduh jutaan buku dari LibGen, yang berisi teks bajakan gratis. Tahun berikutnya, Mann memuji situs web baru bernama Pirate Library Mirror, yang terang-terangan menyatakan dengan sengaja melanggar hukum hak cipta di sebagian besar negara.

Anthropic bukan satu-satunya perusahaan yang menguliti buku. Dalam gugatan penulis lainnya, dokumen mengungkap bagaimana Meta milik Mark Zuckerberg juga menjarah jutaan buku dari perpustakaan bayangan seperti LibGen, sebuah tindakan yang disadari beberapa karyawan sebagai agak mencurigakan.

Ada karyawan memperingatkan tentang reaksi keras yang bisa muncul jika praktik ini bocor. "Jika ada liputan media yang menyiratkan bahwa kita menggunakan kumpulan data yang kita tahu merupakan bajakan, seperti LibGen, ini dapat melemahkan posisi negosiasi kita dengan regulator terkait isu-isu ini," tulis mereka dalam komunikasi internal, dikutip detikINET dari Futurism, Senin (2/2/2026).




(fyk/fay)
TAGS






Hide Ads