Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi programmer
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat Foto: Unsplash via Asiaone
Jakarta -

Seorang programmer berusia 32 tahun di China, Gao Guanghui, dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan saat bekerja lembur di rumah. Kematian Gao memicu sorotan luas di media sosial Negeri Tirai Bambu, karena keluarganya menuding beban kerja berlebihan sebagai penyebab utama wafatnya sang programmer.

Menurut laporan Asiaone, Gao yang baru saja dipromosikan sebagai manajer departemen itu kerap bekerja hingga larut malam. Selain tugas pemrograman, ia juga menangani urusan manajemen serta layanan purnajual pelanggan. Istrinya mengatakan, rutinitas padat tersebut membuat Gao sering pulang larut dan hampir tidak memiliki waktu istirahat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu, 29 November. Seorang anggota keluarga mengungkapkan bahwa Gao mengeluh merasa tidak enak badan, namun tetap ingin menyelesaikan pekerjaan.

Ia sempat duduk di ruang tamu sambil membuka laptop, sebelum akhirnya pingsan. Gao kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Yang membuat keluarga semakin terpukul, selama Gao masih berjuang di rumah sakit, ponselnya terus menerima pesan dari rekan kerja di grup WeChat kantor. Keluarga menilai pesan-pesan tersebut menunjukkan tekanan kerja yang terus berlangsung, bahkan ketika kondisinya kritis. Disebutkan pula bahwa Gao masih diminta memproses pesanan dan menyelesaikan tugas mendesak yang harus rampung pada Senin pagi.

Kematian Gao diduga disebabkan oleh serangan jantung mendadak. Keluarga meyakini bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan kelelahan ekstrem akibat jam kerja panjang dan tekanan pekerjaan. Kasus ini kembali mengangkat isu budaya kerja berlebihan di industri teknologi China yang selama ini menuai kritik.

Saat ini, keluarga Gao telah mengajukan permohonan kompensasi kecelakaan kerja kepada pemerintah setempat. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai proses tersebut. Selain itu, sang istri juga meminta barang-barang pribadi Gao di kantor dikembalikan. Ia menuding sebagian barang sudah dibuang, sementara sisanya diterima dalam kondisi tidak tertata dengan baik.

Kasus ini memicu gelombang simpati dan perdebatan di dunia maya tentang keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, serta perlindungan hak pekerja di sektor teknologi. Banyak warganet menyerukan reformasi sistem kerja agar tragedi serupa tidak kembali terulang.




(afr/afr)





Hide Ads