Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jeffrey Epstein Pakai Hacker Pribadi untuk Hapus Jejak Skandal Seks

Jeffrey Epstein Pakai Hacker Pribadi untuk Hapus Jejak Skandal Seks


Adi Fida Rahman - detikInet

Jeffrey Epstein dari instagram.
Jeffrey Epstein Pakai Hacker Pribadi untuk Hapus Jejak Skandal Seks Foto: Dok. Instagram
Daftar Isi
Jakarta -

Dokumen baru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali mengungkap sisi gelap jaringan Jeffrey Epstein. Dalam arsip tersebut, terungkap bahwa Epstein diduga menggunakan jasa hacker pribadi untuk memanipulasi informasi daring dan menghapus jejak skandal seksual yang menyeret namanya.

Dokumen itu berasal dari ribuan halaman hasil penyelidikan FBI yang kini dibuka ke publik sebagai bagian dari gelombang rilis Epstein Files. Salah satu temuan paling mengejutkan adalah identitas seorang ahli keamanan siber asal Italia yang disebut berperan penting dalam upaya "membersihkan" reputasi Epstein di internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



ADVERTISEMENT

Manipulasi Wikipedia

Bukti paling kuat datang dari sebuah email tahun 2010 yang bocor, dikirim oleh Al Seckel kepada Epstein dengan subjek "Hacking wiki again."

Di dalamnya, disebutkan bahwa tim hacker telah menghapus foto mugshot Epstein, mengubah kategori dari "sex offender" menjadi "businessman, philanthropist", dan bahkan memblokir alamat IP editor lain yang mencoba mengembalikan perubahan tersebut.

Email itu berbunyi:

"We have all sorts of protection around your 'mug shot' picture on wiki, and so, we are hacking wiki now to remove it..."

Pesannya menunjukkan adanya upaya sistematis dan terorganisir untuk memanipulasi citra publik Epstein secara ilegal melalui platform terbuka.

Sosok Hacker Pribadi Epstein Terungkap

Dalam laporan yang pertama kali diangkat oleh International Cyber Digest dan Cyber Daily, sosok tersebut diidentifikasi sebagai Vincenzo Iozzo, pakar keamanan siber kelahiran Calabria, Italia.

Iozzo dikenal sebagai pendiri perusahaan keamanan mobile Iperlane, yang diakuisisi oleh CrowdStrike pada 2017. Setelah akuisisi tersebut, ia sempat menjabat sebagai Direktur Senior di CrowdStrike hingga 2021. Saat ini, ia tercatat sebagai CEO SlashID, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan identitas.

Nama Iozzo sebelumnya disensor dalam dokumen FBI. Namun, berdasarkan kecocokan profil-mulai dari asal wilayah, riwayat akuisisi perusahaan, hingga jabatan eksekutif-peneliti independen menyimpulkan bahwa dialah sosok hacker yang dimaksud dalam berkas tersebut.

Seorang informan FBI menggambarkan hacker Italia tersebut sebagai ahli zero-day exploits yang menjual alat siber ofensif kepada pemerintah dan pihak tertentu.

Ia disebut memiliki jaringan dengan hacker "old school" Eropa, memperoleh pendapatan hingga enam digit, serta diduga mencuci uang melalui perusahaan teater di California. Selain itu, Iozzo juga dikabarkan pernah mengundang Epstein ke konferensi Black Hat pada 2015, saat ia menjadi anggota dewan acara tersebut.

Iozzo dikenal sebagai figur penting di dunia keamanan siber. Ia merupakan co-author buku iOS Hacker's Handbook dan pernah menjadi pemenang kompetisi Pwn2Own pada 2010-2012.

Namun, koneksinya dengan Epstein kini memicu pertanyaan besar tentang etika, transparansi, dan potensi penyalahgunaan keahlian siber dalam praktik kriminal.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada tuduhan resmi yang diajukan terhadap Iozzo. Seluruh temuan berasal dari dokumen publik, bocoran email, dan analisis independen.




(afr/afr)




Hide Ads