Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Rating IGRS Sempat Tak Akurat, Steam Minta Maaf dan Ungkap Alasan

Rating IGRS Sempat Tak Akurat, Steam Minta Maaf dan Ungkap Alasan


Panji Saputro - detikInet

Kini, Valve harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi gugatan senilai USD 900 juta atau sekitar Rp 15 triliun di Inggris. Gugatan menyasar kepada masalah harga jual game di Steam yang dinilai tidak adil.
Steam. Foto: Valve
Jakarta -

Penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam sempat amburadul, klasifikasinya tidak sesuai dengan konten yang ada di dalam permainan. Terkait hal ini, Steam membeberkan alasannya dan menyampaikan permohonan maafnya.

"Sebuah bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan rating yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April," bunyi pernyataan resmi Steam, Rabu (8/4/2026).

Oleh sebab itu, rating IGRS yang sebelumnya muncul di Steam kini telah dicabut. Mereka menyampaikan, pada akhirnya harus melakukan hal tersebut untuk meminimalkan potensi kebingungan kepada para gamer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Steam menjelaskan rating IGRS dimaksudkan memberikan informasi kepada pelanggan tentang konten dan kelompok usia minimum, yang ditargetkan untuk setiap game. Namun mereka mengakui masih ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, sebelum memutuskan menampilkan sistem ini di platformnya.

"Kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin disebabkan oleh kesalahan ini," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui kalau Steam juga sudah melakukan komunikasi secara intens dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait masalah tersebut. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital di Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan Komdigi dan Steam sepakat untuk melakukan investigasi berhubungan dengan kehebohan yang terjadi di media sosial beberapa hari lalu.

Sony mengatakan nantinya Steam akan memberikan informasi terbaru saat proses investigasinya rampung, dan akan dijelaskan oleh Komdigi. Sementara dari Komdigi, mereka akan fokus kepada bagaimana improvement terkait hal ini ke depannya.

"Perbaikan ke depannya dari sisi baik itu dari sistem atau dari sisi mekanisme compliance (kepatuhan) terhadap regulasinya," ujar Sony.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerapan IGRS di platform Steam sempat memicu protes besar dari warganet, khususnya kalangan gamer Indonesia. Banyak kejanggalan dan ketidaksesuaian pada implementasinya.

Game dengan konten ringan mendapatkan rating 18+, sementara beberapa permainan berisi konten berat justru memperoleh rating 3+. Gamer menilai sistem rating tersebut membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi orang tua yang mengandalkan label usia untuk menentukan kelayakan konten bagi anak.

Namun setelah menimbulkan kegaduhan di media sosial, rating game IGRS di Steam lenyap. Kini hanya ada rating PEGI yang menghiasi halaman game.




(hps/fay)






Hide Ads