Apple dan Google resmi mengumumkan kemitraan untuk menggunakan model AI Gemini sebagai otak Siri versi baru. Kabar ini langsung mengundang protes dari Elon Musk yang mengungkapkan kekecewaannya di Twitter/X.
Seperti diberitakan sebelumnya, Apple dan Google mengumumkan bahwa Gemini akan membantu mentenagai fitur Apple Intelligence masa depan, termasuk Siri versi baru yang lebih personal dengan AI generatif.
Kemitraan ini diumumkan lewat pernyataan bersama dari Apple dan Google yang diunggah oleh akun @NewsFromGoogle di X. Musk merespons postingan tersebut dengan menyebut Google telah melakukan 'konsentrasi kekuasaan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tampaknya merupakan konsentrasi kekuasaan yang tidak masuk akal bagi Google, mengingat mereka juga memiliki Android dan Chrome," ucap Musk di X, seperti dikutip dari 9to5Mac, Selasa (13/1/2026).
Musk merupakan CEO xAI, perusahaan di balik chatbot AI Grok dan pesaing Google Gemini. Ini juga bukan pertama kalinya Musk memprotes keputusan Apple yang memilih bermitra di bidang AI dengan perusahaan selain xAI.
Pada Agustus 2025, Musk menuding kemitraan Apple dengan OpenAI menghalangi kompetitor seperti Grok untuk memiliki kesempatan memuncaki daftar aplikasi teratas di App Store.
Baca juga: Aneka Cawe-cawe Elon Musk untuk Goyang Iran |
Apple dan OpenAI memang bermitra untuk membawa ChatGPT sebagai fitur add-on untuk Siri dan fitur Apple Intelligence lainnya. Saking kesalnya, Musk dan xAI sampai menggugat Apple dan OpenAI.
Komentar Musk ini dilihat sebagian orang sebagai peringatan dini karena ada kemungkinan orang terkaya di dunia itu akan melayangkan gugatan hukum untuk menggagalkan kolaborasi Apple dan Google, sama seperti yang gugatannya terhadap Apple dan OpenAI.
(vmp/vmp)