Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Presiden Venezuela Nicolas Maduro Pernah Ribut dengan Elon Musk, Ini Sebabnya

Presiden Venezuela Nicolas Maduro Pernah Ribut dengan Elon Musk, Ini Sebabnya


Tim - detikInet

A still image from video posted by the White Houses Rapid Response 47 account on X.com, which originated from the @PaulDMauro account, shows Venezuelas President Nicolas Maduro being walked in custody down a hallway at the offices of the U.S. Drug Enforcement Administration (DEA) in New York City, U.S., January 3, 2026. @RapidResponse47/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT.NO RESALES. NO ARCHIVES.
Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS
Jakarta -

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sempat terlibat konflik terbuka dengan Elon Musk, bos Tesla sekaligus pemilik platform media sosial X (dulu Twitter). Perseteruan keduanya bahkan berujung pada pemblokiran X di Venezuela.

Maduro menandatangani dekrit yang memerintahkan pemblokiran akses ke X selama 10 hari. Keputusan itu diumumkan tak lama setelah adu mulut antara Maduro dan Musk memanas di platform tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Venezuela, Maduro menyebut platform X akan ditarik dari peredaran oleh otoritas negara yang mengatur sektor telekomunikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Elon Musk adalah pemilik X dan dia telah melanggar semua aturan," kata Maduro, seperti dikutip dari BBC, Jumat (9/8/2024).

ADVERTISEMENT

Maduro menuding Musk menggunakan X untuk menyebarkan kebencian, fasisme, hingga ajakan konflik yang dinilai mengancam stabilitas Venezuela. Ia juga menuduh X melanggar hukum nasional negara tersebut.

Perseteruan ini berawal dari hasil pemilihan presiden Venezuela yang diumumkan bulan lalu. Maduro dinyatakan sebagai pemenang, namun Musk secara terbuka menuding pemilu tersebut sarat kecurangan. Lewat unggahan di X, Musk menyebut Maduro sebenarnya kalah telak.

Sebelum pemilu digelar, Musk memang terang-terangan mendukung rival Maduro, Edmundo Gonzalez. Pihak Gonzalez bahkan mengklaim kandidat mereka menang dengan selisih setidaknya 3,9 juta suara.

Kritik Musk semakin tajam ketika ia menyebut Maduro sebagai diktator. CEO Tesla itu juga melontarkan sindiran pedas dengan membandingkan kecerdasan Maduro dengan "kacang kedelai" serta mengatakan rakyat Venezuela sudah muak dengan kepemimpinan Maduro.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan Maduro. Pekan lalu, ia secara terbuka menyebut Musk sebagai musuh bebuyutannya dan bahkan menantangnya untuk bertarung.

Tantangan itu dibalas Musk lewat unggahan di X. Ia menyambut ajakan tersebut sambil melempar candaan taruhan. "Jika saya menang, dia mundur sebagai diktator. Jika dia menang, saya akan memberinya tumpangan gratis ke Mars," tulis Musk.

Ribut antara kepala negara dan miliarder teknologi ini pun menjadi sorotan global, sekaligus memperlihatkan bagaimana konflik politik kini bisa meluas hingga ke ranah media sosial dan pemilik platformnya.

Kini nama Presiden Maduro kembali mencuat setelah ia ditangkap oleh militer Amerika Serikat dalam operasi militer pada Sabtu (3/1) lalu. Maduro dijadwalkan akan hadir dalam persidangan di New York pada Senin (5/1) waktu setempat untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal.




(asj/asj)
TAGS







Hide Ads