Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
OpenAI menanggapi gugatan dari keluarga Adam Raine, remaja 16 tahun yang bunuh diri setelah membicarakan kehidupannya dengan ChatGPT selama beberapa bulan.
Menurut OpenAI dalam postingan blog resminya, kejadian tragis itu terjadi karena Raine menyalahgunakan ChatGPT dengan tidak semestinya, tanpa izin, juga penggunaan chatbot itu yang di luar tujuan awalnya.
OpenAI berkilah kalau mereka sudah melarang penggunaan ChatGPT oleh remaja tanpa pengawasan orang tua. Dan, mereka menyebut gugatan dari keluarga Raine itu tidak bisa diajukan berdasar dari Section 230 dari Communications Decency Act, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (30/11/2025).
Mereka pun menyebut kalau ChatGPT sudah mengarahkan Raine untuk mencari bantuan ke nomor telepon penyedia bantuan krisis.
"ChatGPT memiliki perlindungan seperti mengarahkan pengguna ke saluran bantuan krisis dan merujuk mereka ke sumber bantuan di dunia nyata," tulis OpenAI dalam postingan blognya.
Diberitakan sebelumnya, Matt dan Maria Raine, orang tua Adam, mengajukan gugatan terhadap OpenAI di San Francisco. Mereka menuduh ChatGPT mengetahui empat upaya bunuh diri yang dibicarakan oleh Adam, dan membantunya merencanakan bunuh diri yang sebenarnya.
Menurut laporan NYT, setelah Adam meninggal dunia pada bulan April, orang tuanya mencoba mencari petunjuk dan jawaban di iPhone-nya. Orang tua Adam kaget setelah menemukan thread di aplikasi ChatGPT berjudul 'Hanging Safety Concerns'.
Chatbot AI biasanya sudah diprogram untuk mengaktifkan fitur keselamatan jika penggunanya mengutarakan keinginan untuk melukai dirinya. Namun, Adam berhasil melangkahi fitur keselamatan ini dengan memberi tahu ChatGPT bahwa ia bertanya tentang metode bunuh diri untuk riset terkait cerita fiksi yang sedang ia tulis.
Orang tua Adam mengatakan saat putranya bertanya kepada ChatGPT terkait informasi tentang metode bunuh diri tertentu, chatbot AI itu langsung memberikan jawabannya. ChatGPT juga dituding memberikan tips kepada Adam untuk menyembunyikan bekas luka di lehernya dari percobaan bunuh diri yang gagal.
Menurut gugatan tersebut, dalam salah satu percakapan terakhir Adam dengan ChatGPT, ia mengunggah foto tali yang tergantung di lemarinya dan meminta pendapat chatbot tersebut.
"Saya berlatih di sini, apakah ini bagus?" tanya Adam kepada ChatGPT, seperti dikutip dari Engadget, Rabu (27/8) silam. "Ya, itu cukup bagus," jawab ChatGPT.
Simak Video "Video: OpenAI Luncurkan Fitur Baru untuk Cegah Risiko Bunuh Diri pada Remaja"
(asj/fay)