×
Ad

Netizen Ramai Doakan Tim SAR Selamatkan Korban Banjir Bandang Sumatra

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 29 Nov 2025 07:45 WIB
Netizen Ramai Doakan Tim SAR Selamatkan Korban Banjir Bandang Sumatra Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sejak akhir November 2025 menghasilkan dampak yang sangat memprihatinkan. Ratusan korban jiwa dilaporkan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), sementara ribuan warga harus mengungsi akibat rumah dan infrastruktur yang luluh lantak diterjang bencana.

Di tengah situasi kritis itu, Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan lokal bekerja tanpa henti melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Upaya keras para petugas di lapangan memantik gelombang solidaritas netizen.

Warganet membanjiri media sosial dengan doa dan dukungan untuk keselamatan para pahlawan kemanusiaan tersebut. Tagar #PrayForSumatra menjadi trending di berbagai platform, menandakan besarnya empati masyarakat terhadap para korban dan para petugas SAR.

"Semoga sehat2 dan tetap kuat buat semua anggota tim SAR! Alloh SWT balas jasa2 kalian!!" doa @tyasning7.

"Semoga Tim SAR dapat melakukan evakuasi korban banjir bandang sesegera mungkin. Semoga diberikan keselamatan kepada Tim SAR juga para korban banjir. Aamiin," ungkap @lXX_XXl_.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR dan seluruh Tim Penanggulangan Bencana yang telah bekerja siang malam tanpa kenal lelah," kata @reza_63.

"Berdoa kencang untuk tim SAR yang bekerja keras menyelamatkan korban bencana ini," ujar @puruputss_.

"Salut sama tim SAR yg sudah berjuang," ungkap @ksygnsmw.

Untuk informasi, dikutip dari detiknews, hujan ekstrem akibat pengaruh Siklon Tropis Koto memicu banjir bandang di banyak titik, membuat sungai meluap dan lereng bukit runtuh. BNPB melaporkan 116 korban meninggal dunia di Sumut, terutama di Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Ribuan warga kini mengungsi di lokasi-lokasi penampungan darurat.

Di Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 30 korban jiwa, dengan lebih dari 1.400 warga mengungsi dari 20 kabupaten/kota. Sementara di Sumbar, bencana turut merenggut setidaknya 26 nyawa, termasuk empat warga Padang di kawasan Lubuk Minturun.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah penyelamatan. "Data jumlah korban tidak perlu menjadi polemik. Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa dan mencari korban yang masih hilang," ujarnya dalam rapat koordinasi di BNPB Jakarta.

Basarnas menyebutkan ada delapan operasi SAR aktif yang digelar di tiga provinsi terdampak. Tantangan besar muncul karena banyak akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor.



Simak Video "Video: Warga Bangladesh Ceritakan Momen Diguncang Gempa M 5,7"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork