Buat Situs Teroris, Suami Istri Diadili
- detikInet
Swiss -
Seorang pria berkewarganegaraan Afrika Utara dan istrinya diadili karena diduga membuat situs teroris yang mendukung kelompok Al-Qaida. Situs tersebut berisi video-video pembunuhan yang dilakukan para teroris, termasuk informasi tentang bagaimana cara membuat bom.Moez Garsallaoui, 39, pria asal Tunisia yang tinggal di Swiss dan istrinya bernama Malika El Aroud, wanita kelahiran Belgia yang juga janda dari seorang pengebom bunuh diri Al- Qaida, mengaku tak bersalah pada pemeriksaan pertama di ruang pengadilan yang dijaga ketat.Deputi Penuntut Federal, Claude Nicati menuntut hukuman 2 tahun penjara untuk Garsallaoui. Sementara El Aroud, 48, dituntut hukuman 12 bulan penjara.Para tersangka telah ditangkap pada Februari 2005 dan situs mereka telah dinonaktifkan. Dalam kurun waktu tersebut, mereka sempat menikah setelah membayar uang jaminan.Pihak penuntut menunjukkan sebuah video pemenggalan kepala yang mereka klaim ditemukan di salah satu situs milik Garsallaoui. Namun tersangka membantahnya."Saya belum pernah melihat video seperti ini," sanggah Garsalloui ketika penuntut bertanya apakah dia juga menulis catatan kaki di situs tersebut, seperti dikutip detikINET dari AP, Jumat (22/6/2007).Di samping dukungan untuk teroris, pasangan suami istri itu juga didakwa karena telah mempublikasikan hasutan untuk berbuat kriminal dan kekerasan rasial sebagaimana tindakan mereka dalam merencanakan pembuatan gas beracun.Garsalloi juga dituduh menciptakan forum diskusi internet yang digunakan oleh grup teroris untuk membagi informasi dan mempublikasikan klaim jika mereka bertanggungjawab atas serangan dan ancaman melawan masyarakat wilayah barat.Media Swiss telah melaporkan dua tahun lalu bahwa pemenggalan kepala insinyur Amerika, Paul M.Johnson, pada tahun 2004 di Arab Saudi merupakan salah satu video eksekusi yang ditayangkan di situs itu.El Aroud yang dituduh turut mengoperasikan situs tersebut merupakan janda dari salah satu penyerang bunuh diri yang membunuh petinggi Afghanistan yang anti Taliban, Ahmed Shah Massoud dua hari sebelum serangan teror 11 September 2001.Postingan lain termasuk ancaman pembunuhan pekerja kemanusiaan Italia Simona Pari dan Simona Toretta yang diculik di Bahgdad pada September 2004.
(dwn/dwn)