(lni/nks)
Internet Dongkrak Baju Tradisional
- detikInet
Tokyo -
Kalau cara memakai baju-baju dengan model masa nanny kita dianggap sulit sehingga kurang laku, cara ini boleh dicoba untuk membuatnya kembali in.Di Jepang, orang-orang kini punya cara baru menggalakkan kembali baju tradisional mereka, kimono. Cara yang dianggap cukup ampuh itu ternyata berupa 'sekolah' memakai dan memasarkan kimono melalui Internet. Situs web kimono tersebut diakui memang sangat membantu dalam memasukkan kembali budaya berpakaian kimono di masyarakat Jepang yang kian kasual dan moderen. Selain itu, situs unik ini juga memperkenalkan kimono dapat digunakan sebagai busana saat istimewa dan harian.Dan bahkan, juga terdapat beberapa tip menarik bagi para pria yang akan berkencan dengan gadis berkimono. Tip umum yang ada di sana salah satunya adalah larangan untuk menyentuh sang gadis. Larangan ini tentu beralasan. Pasalnya, menurut sang penjual, merangkulkan tangan ke bahu atau pinggang sang gadis, hanya akan membuat pakaiannya terjatuh.Tip online tentang tata cara pemakaian dan perawatan kimono di Internet diakui cukup menolong penjualan kimono yang sejak 20 tahun terakhir ini mengalami kelesuan.Toko-toko kimono bekas bahkan ikut andil dengan mengirimkan instruksi lengkap mulai dari bagaimana mengepas badan hingga tip merawat kimono. Selain itu, salah satu situs yang dijalankan oleh toko kimono Ando Co., memberikan tips praktis bagaimana menemukan sandal paduan kimono yang tidak menyakitkan. Dalam situsnya, juga dipraktekkan bagaimana memakai kimono musim panas, yukata."Orang-orang mengatakan kimono sudah gak jaman," ujar Kimihiro Yamaguchi, pemimpin redaksi Yukatalism. Namun di matanya, kimono tetap hidup hingga kini.Situs Yamaguchi tercatat telah diakses sebanyak 1,95 juta kali sejak tahun 2000. Dan hal ini tentu saja telah membumbungkan jumlah pesanan sandal Ando. Menurut Yamaguchi, kini pihaknya selalu menerima setidaknya 100 pesanan sandal per hari.Menurut Yano Research Institute Ltd., fenomena tersebut merupakan pertama kalinya terjadi dalam rentang lebih dari dua dekade terakhir. Industri kimono senilai US$ 5 miliar tersebut menunjukkan geliatnya.Menurut juru bicara Yano Research Institute Ltd., Rimi Nakamura, kelompok pendukung Internet dan penjualan kimono online adalah 2 hal yang mencegah jatuhnya bisnis kimono.Masih menurut Yano Research, sebelum tahun 2000, penjualan kimono onlinebelum menunjukkan kemajuan karena konsumen lebih memilih untuk membeli secara langsung dan mengamati dari dekat kimono mereka.Hati-Hati Sebelum MembeliNamun belanja kimono secara online bukan berarti tanpa kekurangan. Chiaki Hara, pelatih atletik yang sering mengunjungi Kururi dan Yukataya mengaku pernah dirugikan US$100 karena ia mendapat kimono dengan warna salah, dan tak bisa ditukar.Naoto Obama, direktur pelaksana Olympus Capital Holdings Asia mengungkap, industri kimono tidak bekerja dengan baik dalam hal grafis serta pemberian informasi lengkap dalam situs mereka. Olympus sendiri berencana akan segera membeli pengecer kimono lengan panjang Kyoto Kimono Yuzen Co. Ltd. Para wanita, menurut Obama, akan lebih sering memakai kimono untuk acara ulang tahun dan pernikahan. "Para produsen kimono dan pengecernya tidak cukup hanya mempromosikan kimono sebagai busana sehari-hari. Kita harus lebih aktif kreatif dalam memasarkan kimono. Hal ini sangat potensial," tutur Obama seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (21/5/2007).
(lni/nks)
(lni/nks)