(wsh/wsh)
APJII: Komputer Kurang Penetrasi, Internet Loyo
- detikInet
Jakarta -
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai, untuk meningkatkan penetrasi penggunaan internet di tanah air, khususnya di sektor pendidikan, perlu diiringi dengan percepatan penetrasi komputer. "Siapa yang akan menggunakan jaringan internet kalau komputernya tidak ada," kata Ketua Umum APJII, Sylvia W. Sumarlin, dalam diskusi terbatas di Menara Kadin, Jakarta, Senin (14/5/2007). Saat ini, Sylvia menuturkan, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 25 juta. Sedangkan penetrasi komputer baru mencapai 6 juta. Meski tingkat pertumbuhan keduanya 25 persen per tahun, jumlah penetrasi komputer tetap dirasa sangat kecil bila dibandingkan populasi penduduk Indonesia yang hampir 250 juta jiwa. Sylvia mengungkapkan, pemerintah bisa meniru langkah yang diambil Malaysia untuk menggenjot penetrasi komputer tanpa memberatkan keuangan negara. "Pemerintah Malaysia memberikan kesempatan bagi penduduknya untuk mencairkan dana jaminan sosial (semacam Jamsostek-red) satu kali untuk membeli komputer pada tahun kelima. Di Malaysia setiap orang punya satu Jamsostek yang bisa dicairkan," lanjut Sylvia. Di sisi lain, jika hal itu diadopsi, pemerintah perlu membuat aturan agar komputer hasil pembelian dengan dana Jamsostek itu tidak dijual kembali. Sehingga, lanjutnya, komputer yang dibeli benar-benar digunakan untuk pendidikan. Saat ini, Sylvia memperkirakan, penggunaan internet oleh penduduk Indonesia rata-rata hanya dua jam per hari. Sedangkan di Singapura, ujar Sylvia, bisa mencapai enam jam per hari. Sementara itu Wakil Ketua Komite Tetap Informatika Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Benny Ranti mengatakan, implementasi program One Shool One Lab (OSOL) untuk penyediaan komputer di sekolah masih jauh dari kenyataan. "Padahal Jardiknas (Jalin Mayantara Pendidikan Nasional-red) punya dana yang sangat besar. Jadi pemerintah perlu menggandeng pihak swasta untuk mendukung program OSOL," tandas Benny.
(wsh/wsh)
(wsh/wsh)