Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tunawisma Pilih Tinggal di Warnet

Tunawisma Pilih Tinggal di Warnet


- detikInet

Tokyo - Meski punya pekerjaan bukan berarti memiliki rumah, warung internet pun jadi pilihan daripada tinggal di hotel atau menyewa kontrakan. Gaya hidup baru kaum urban? Gaya hidup seperti itu yang makin menjangkiti kalangan pekerja tertentu di Tokyo, Jepang. Dengan biaya hidup yang di atas rata-rata, Tokyo merupakan salah satu kota termahal di dunia. Tak heran jika banyak pekerja yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Boleh dibilang ada dua jenis tunawisma di ibukota Jepang itu. Di satu kelompok adalah tunawisma yang benar-benar tidak punya rumah tinggal dan uang, sedangkan di sisi lain adalah tunawisma yang memiliki penghasilan namun tidak cukup untuk memiliki tempat tinggal. Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (7/5/2007), tunawisma jenis kedua banyak yang memilih untuk menghabiskan malam di warung internet (warnet) daripada menyewa kamar hotel. "Lebih murah dari hotel, ada akses internetnya dan ratusan buku komik. Bahkan ada microwave dan kamar mandi," tutur Takeshi Yamashita, seorang pekerja lepasan. Kelompok seperti Yamashita itu dijuluki freeter, dari kata-kata free (gratis, bebas) dan arbeiter (pekerja). Mereka konon lahir akibat krisis ekonomi yang menghantam Jepang di era 1990-an. Pemerintah Jepang, melalui Kementerian Kesejahteraan Rakyat, dikabarkan berencana menelaah lebih jauh 'tunawisma cyber' ini. Diperkirakan freeter adalah warga masyarakat usia 20-an dan hanya menggunakan warnet sebagai solusi sementara sebelum beralih ke tempat tinggal yang lebih permanen. Keterangan Foto: booth warnet di Jepang. Sumber: Erik Jaeger/Flickr.com (Creative Commons-Attribution-Non-commercial). (wsh/wsh)







Hide Ads