Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Walau Tolak Pornografi Maya, Laba Tetap Digenggam

Walau Tolak Pornografi Maya, Laba Tetap Digenggam


- detikInet

Beijing - Cina, negara yang baru-baru ini tercatat sebagai pemegang pendapatan pornografi terbesar dunia dengan mengantongi US$ 27,4 miliar atau sekitar Rp 249,6 triliun (US$1=Rp 9110 Sumber:detik.com) ternyata justru menolak pornografi di negaranya.Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (13/4/2007) melansir, negara tirai bambu tersebut baru saja merilis kampanye melawan pornografi di Internet. Selain menyatakan penolakan terhadap penipuan, undian ilegal dan penyebaran isu melalui Internet."Booming konten pornografi di Internet telah mengkontaminasi jagat maya dan mempengaruhi pikiran remaja Cina," ujar Zhang Xinfeng, wakil menteri keamanan umum Cina."Keberadaan materi pornografi dari luar negeri dan kurangnya kontrol dari dalam negeri menjadi faktor penyebab berbagai masalah yang muncul dalam jagat maya Cina," tambahnya.Kampanye ini ditujukan untuk menghentikan jalur pendistribusian konten pornografi dan mengontrol pertunjukan tari telanjang di Internet. Serta membersihkan situs-situs yang mengandung gambar, cerita, suara dan video klip yang beraroma sensual.Selain itu, Zhang juga menyatakan akan memburu konten-konten yang menyebarkan rumor dan fitnah. Sebenarnya Cina sudah memiliki pasukan polisi khusus yang mengawasi konten-konten yang beredar di jagat maya Cina. Hanya saja, mereka lebih memburu konten yang berbau politis daripada konten pornografi. Media Xinhua mengungkap, Cina memiliki 123 juta pengguna Internet, kebanyakan dari mereka adalah remaja. Pemerintah Cina meyakini para remaja tersebut harus dilindungi dari dampak negatif dunia maya.Cina rupanya tidak main-main dengan keberadaan konten pornografi. November tahun lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup pada pendiri situs pornografi terbesar di negara ini.Lalu, bagaimana dengan pendapatan terbesar yang telah dikantongi? (lni/ash)




Hide Ads