Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perjanjian Bunuh Diri di Internet Berhadiah Tiang Gantung

Perjanjian Bunuh Diri di Internet Berhadiah Tiang Gantung


- detikInet

Tokyo - Ada-ada saja perilaku pengguna Internet. Kalau beberapa waktu lalu diberitakan seorang pria siarkan aksi bunuh dirinya secara live di Internet, kini lagi-lagi Internet digunakan untuk melakukan perjanjian mati bersama. Adalah Hiroshi Maeue, pria 38 ini merupakan salah satu pelaku perjanjian berdarah yang berujung maut di Internet. Korban perjanjiannya berjumlah 3 orang, dan ketiganya telah ia habisi nyawanya. Tak hanya itu, adegan pembunuhannya juga ia rekam.Kini lelaki pengangguran tersebut menghadapi hukuman gantung dari Pengadilan Distrik Osaka."Tindak kriminal ini sungguh kejam, kasar dan keterlaluan," ujar Hakim Kazuo Mizushima yang mengetuai peradilan atas kasus tersebut. Menurutnya, tindakan Maeue ditujukan untuk memenuhi kebutuhan seksual. "Perilaku seperti ini akan sulit diubah oleh pelaku. Kami tidak dapat membantu, yang mampu kami lakukan hanya memberinya hukuman penalti yang ekstrim," tambah Mizushima.Di depan pengadilan, Maeue sudah meyatakan rasa bersalahnya dan bahkan juga mengucapkan doa untuk para korban. AFP yang dikutip detikINET, Rabu (28/3/2007) melansir, awalnya Maeue bertemu dengan para korbannya melalui beberapa situs bunuh diri yang dipublikasikan secara luas di JepangPada kasus pertama, ia bertemu dengan seorang wanita berusia 25 tahun. Maeue menawarkan perjanjian untuk melakukan bunuh diri bersama. Akhirnya keduanya sepakat untuk bersama mengakhiri hidup pada Februari 2005 dengan mengendarai mobil. Sayangnya Maeue ingkar janji. Alih-alih memenuhi janji untuk mati bersama, Maeue justru mencekik wanita itu dengan tali hingga menemui ajalnya. Kasus lain, Maeue juga melakukan pembunuhan atas seorang mahasiswa berusia 21 tahun dan siswa SMP berusia 14 tahun dengan modus operandi yang sama. Tak berhenti sampai disitu, Maeue justru meminta uang tebusan sebagai syarat mengembalikan korban anak SMA, sementara anak tersebut telah ia bunuh.Pengadilan kemudian melakukan pemeriksaan jiwa Maeue. Hasilnya mengejutkan karena pria tersebut dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa sama sekali.Untuk diketahui, Jepang memiliki sejumlah kasus seputar perjanjian bunuh diri melalui Internet. Para peserta perjanjian berdarah tersebut kemudian memilih lokasi dimana mereka akan mengakhiri hidup mereka bersama. Lokasi yang dipilih biasanya yang memiliki ketenangan seperti pegunungan. Selain itu, meracuni diri dengan karbon monoksida dari pembakar arang juga kadang menjadi pilihan favorit untuk menutup usia. (lni/lni)





Hide Ads