Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lacak CD Bajakan, Malaysia Kerahkan Dua Ekor Anjing

Lacak CD Bajakan, Malaysia Kerahkan Dua Ekor Anjing


- detikInet

Sepang - Anjing pelacak ternyata tidak hanya jago mengendus obat terlarang. Binatang rekanan polisi itu kini dikerahkan untuk melacak CD (compact disk) bajakan. Caranya?Tidak percaya? Coba simak apa yang dilakukan kedua ekor anjing labrador bernama Lucky dan Flo ini. Mereka menjadi "senjata" baru di bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia, untuk melacak keberadaan CD musik dan film bajakan yang diseludupkan melalui bandara.Washington Pos yang dikutip detikINET Kamis (15/3/2007) melansir, kedua ekor anjing tersebut adalah milik salah satu studio Hollywood, Motion Picture Association of America (MPAA). Anjing istimewa tersebut dikerahkan untuk menggagalkan perdagangan CD bajakan internasional yang merugikan studio-studio di Holywood.Untuk bertugas, Kedua ekor anjing tersebut dibekali berbagai latihan selama 9 bulan. Dana pelatihannya pun tak tanggung-tanggung, yaitu sampai US$ 17.000 (US$1 = Rp 9.223. Sumber: detikcom).Kedua anjing tersebut melakukan pelacakan berdasarkan keberadaan zat polycarbonate, yaitu bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan kepingan CD, demikian seperti dijelaskan Mike Ellis selaku direktur regional MPAA. Tapi masalahnya, CD asli dan bajakan tidak memiliki perbedaan bau. Namun, meski tidak dapat membedakan mana CD asli dengan yang bajakan, kedua ekor anjing tersebut dapat melacak keberadaan kepingan CD yang disembunyikan di berbagai kemasan, yang biasanya merupakan barang selundupan.Sementara itu, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Shafie Apdal mengatakan, cara kerja kedua anjing tersebut mirip seperti pasukan anjing K-9 yang digunakan kepolisian dalam pencarian obat terlarang."Sama seperti pendahulu mereka, K-9, yang telah terlatih untuk mengendus obat bius dan narkotik, kedua ekor labrador ini juga dilatih untuk melacak disk optik," ujarnya.Selain itu, Shafie menambahkan, demonstrasi yang dilakukan kedua anjing itu juga telah menunjukkan efektifitas biaya dan kecepatan dalam pelacakan barang selundupan dibanding petugas.MPAA menganggap beberapa negara di kawasan Asia Tenggara merupakan tempat tujuan utama ekspor film ilegal, yang menyebabakan mereka kehilangan pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar tahun lalu. Malaysia juga termasuk satu dari 36 negara di dunia yang masuk dalam daftar pengawasan U.S. watch list, terkait pelanggaran hak cipta dengan kategori serius. (ash/nks)





Hide Ads