Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jepang Andalkan Satelit untuk Mendeteksi Tsunami

Jepang Andalkan Satelit untuk Mendeteksi Tsunami


- detikInet

Jepang - Jepang meluncurkan teknologi sistem peringatan dini berbasis satelit untuk tsunami. Sistem sedianya dengan cepat memberikan peringatan akan terjadinya tsunami.Sistem yang dijuluki dengan "J-ALERT" ini juga akan selalu memperbaharui data tentang aktifitas vulkanis demi evakuasi yang lebih cepat. J-ALERT memungkinkan National Fire and Disaster Management Agency untuk segera memberikan peringatan dini akan terjadinya tsunami ketika gempa terjadi.Juru bicara Fire and Disaster Management Agency, Takeshi Itoh, mengatakan J-ALERT akan mengeluarkan tanda bahaya untuk bersiaga yang mengikuti tanda-tanda aktifitas vulkanik. Tanda aktifitas vulkanik itu sendiri diperoleh dari Agen Meteorologi kepada pihak berwenang lokal.Dituturkan Itoh, seperti dilansir telecomasia.net dan dikutip detikINET, Senin (12/2/2007), informasi atas gempa bumi berkekuatan tinggi yang baru saja terjadi juga akan diberikan dengan cepat.Itoh juga menjelaskan peringatan tersebut akan mengaktivasi perangkat komunikasi di daerah-daerah yang terhubung dengan sistem, mengeset sirene dan menyiarkannya melalui radio. Awalnya, penggunaan J-ALERT akan dibatasi untuk 10 negara bagian dan 4 kota di Jepang saja.Sementara itu, Harley Benz, ilmuwan di US Geological Survey's Earthquake Center (USGS) di Golden, Colorado, mengungkapkan bahwa USGS sendiri tidak memiliki sistem peringatan gempa yang spesifik, walaupun negara tersebut selalu mengirimkan sejumlah 100 ribu e-mail dan sinyal pager untuk setiap gempa yang terjadi di seluruh dunia.Sekedar informasi, Jepang secara konsisten selalu mengalami gempa berkekuatan 6 skala richter (SR) atau lebih. Sebanyak 10 persen gempa di dunia berkekuatan 6 SR atau lebih terjadi di Jepang. Gempa dengan berkekuatan seperti ini, jika terjadi dibawah laut, dapat memicu tsunami.Negara yang memang terkenal sebagai negara gempa itu juga memiliki 108 gunung berapi aktif. Jumlah tersebut merupakan 10 persen dari total jumlah gunung berapi yang ada di dunia. (dwn/dwn)





Hide Ads