Terlibat Pembajakan, Cina Tutup 205 Situs
- detikInet
Beijing -
Cina telah menutup 205 situs yang diduga terlibat pembajakan di Internet. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Cina untuk menghentikan pembajakan software.Sejak akhir September 2006 hingga Januari 2007, pejabat berwenang Cina mengatakan pihaknya telah menyelidiki 436 kasus pembajakan via Internet, termasuk 130 kasus yang merupakan permintaan dari asosiasi industri. Pihak berwajib juga telah memerintahkan 361 pelanggar untuk menghentikan aktifitas pembajakan mereka."Pembajakan hak milik intelektual di Internet telah merusak perhatian para pemilik hak cipta. Hal ini menimbulkan banyak perselisihan dan mengganggu ketertiban Internet," ujar Yan Xiaohong, wakil direktur National Copyright Administration seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (8/2/2007).Dari hasil penggerebekan pihak berwajib, Yan juga mengungkapkan sebanyak 71 server telah disita dan mewajibkan pembayaran denda dengan total nilai 705.000 yuan (US$ 91.000). Pihaknya pun telah mengalihkan enam kasus ke pengadilan untuk ditindaklanjuti.Kasus yang paling menonjol adalah situs-situs yang menyediakan software, buku teks, musik dan program televisi yang dapat diunduh. Bahkan dalam sebuah kasus, semua warung internet (warnet) di Changchun ternyata terhubung ke database yang berisi film-film bajakan.Untuk diketahui saja, penjualan musik, film dan software bajakan dilakukan secara terang-terangan di sepanjang jalan di Cina. Warga Cina terbiasa mengunduh musik dan film bajakan karena mahalnya harga software salinan yang resmi. Ditambah lagi, adanya kebijakan pemerintah Cina yang melarang impor kebudayaan membuat film-film barat terkadang tidak tersedia dalam versi resmi.Cina, menurut Yan, saat ini memiliki 843.000 situs dan 140 juta pengguna Internet. Angka ini membuat Cina berada di urutan kedua pasar Internet terbesar di dunia. Yan sendiri enggan untuk mengestimasi berapa banyak dari situs tersebut yang mengandung konten bajakan. Namun ia meminta pengertian dari mitra perdagangan Cina bahwa pihak berwajib benar-benar serius untuk menyelesaikan masalah pembajakan."Dengan perkembangan Internet yang begitu cepat, saya khawatir Cina tidak punya waktu lagi sebelum kami dapat mengelola perkembangan Internet itu dengan efektif," tambah Yan.
(dwn/dwn)