Publik Memilih Internet untuk Baca Berita Politik
- detikInet
Jakarta -
Masyarakat lebih memilih mengandalkan Internet untuk mencari berita-berita politik. Ini terjadi di Amerika Serikat, selama masa kampanye pemilihan anggota Kongres di tahun 2006.Penelitian yang dilakukan dalam Pew Internet & American Life Project menunjukan, 31 persen warga Amerika mencari berita politik di Internet dan berdiskusi melalui e-mail selama masa kampanye 2006. Kelompok ini merepresentasikan lebih dari 60 juta penduduk Amerika.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah warga Amerika yang mengandalkan internet sebagai sumber berita-berita politiknya, mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Pada masa kampanye pemilihan Kongres di tahun 2006 tercatat sekitar 15 persen warga menjadikan Internet sebagai sumber utama untuk mencari berita-berita politik, sedangkan pada pemilihan Kongres tahun 2002 jumlahnya hanya 7 persen.Dibandingkan dengan pemilihan Presiden, angka tersebut terbilang kecil. Pada kampanye pemilihan presiden tahun 2004, sekitar 18 persen warga Amerika mengandalkan Internet sebagai sumber berita-berita politik.Survei tersebut dilakukan Pew Internet, perusahaan riset nirlaba yang ada di bawah Pew Research Center yang berkantor di Washington D.C.Dari keseluruhan warga Amerika yang mencari berita politik di Internet selama pemilu 2006, 60 persen diantaranya mengandalkan portal berita dan situs-situs berita biasa, sementara 19 persen diantaranya mengaku mendapatkan informasi dari situs berita-berita satir seperti The Onion atau The Daily Show. Hasil penelitian juga menujukkan, warga juga mengandalkan blog sebagai media penyebaran informasi. 23 persen dari warga yang mengandalkan Internet, berinisiatif untuk mengumpulkan dan mendistribusikan sendiri informasi politik yang mereka dapat.Diantara mereka yang nge-blog, 13 persen meneruskan atau mem-posting komentar politik orang lain; 8 persen mem-posting komentar politik mereka sendiri ke newsgroup, situs atau blog; 8 persen meneruskan atau mem-posting podcast atau konten video milik orang lain; dan 1 persen membuat sendiri podcast atau video.Survei ini dilakukan berdasarkan informasi yang dikumpulkan dengan metode wawancara melalui telepon, yang berlangsung antara 8 November sampai 4 Desember 2006. Responden terdiri dari 2.562 orang dengan usia 18 tahun atau lebih. Demikian seperti dilansir CnetNews.com, dan dikutip detikINET, Jumat (19/1/2007).
(nks/nks)