Suara Minta Tolong Warga Semeru, Butuh Bantuan Kita!

Suara Minta Tolong Warga Semeru, Butuh Bantuan Kita!

ADVERTISEMENT

Suara Minta Tolong Warga Semeru, Butuh Bantuan Kita!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 05 Des 2022 13:44 WIB
A woman salvages belongings following a volcanic eruption by Mount Semeru at Kajar Kuning village in Lumajang on December 5, 2022. - Indonesias Mount Semeru erupted on December 4 spewing hot ash clouds a mile high and rivers of lava down its side while sparking the evacuation of nearly 2,000 people exactly one year after its last major eruption killed dozens. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP) (Photo by JUNI KRISWANTO/AFP via Getty Images)
Di linimasa, ajakan untuk memberikan bantuan pada korban terdampak erupsi Gunung Semeru mengalir. Foto: (Juni Kriswanto/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Gunung Semeru erupsi dan statusnya telah ditingkatkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dari sebelumnya 'Siaga' alias level III menjadi 'Awas' level IV. Bahkan, Jepang sempat mengeluarkan peringatan ancaman adanya Tsunami dari aktivitas Gunung Semeru.

Kini, sudah banyak pengungsi dari sekitar Gunung Semeru. Total ada 21 titik yang tercatat menjadi tempat pengusian mulai dari balai desa, masjid sampai lapangan dan lembaga pendidikan. Suara ajakan untuk menolong warga di dekat Gunung Semeru pun semakin bergema di linimasa. Salah satunya di media sosial, Twitter.

Dipantau detikINET, Senin (5/12/2022) Semeru menjadi trending topic dengan 101 ribu tweet. Isinya bukan cuma netizen berbagi info terbaru soal Semeru. Rupanya, banyak juga suara-suara netizen yang terdampak erupsi Semeru.

Mereka mencuit meminta bantuan. Ini beberapa postingan mereka di Twitter:


Sekretaris Kecamatan Candipuro Abdul Azis menjelaskan jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Semeru yang tersebar di 21 titik diperkirakan mencapai 2.000 orang. Terbanyak, warga memilih mengungsi di Kantor Kecamatan Candipuro dengan jumlah pengungsi 500 orang.

"Untuk menyuplai makanan para pengungsi, Dinsos sudah mendidirikan dua dapur umum di Balai Desa Penanggal dan Desa Tumpeng. Lokasi dapur umum kemungkinan akan berubah disesuaikan dengan lokasi para pengungsi," ujarnya sebagaimana melansir CNN Indonesia.

Sebagai informasi erupsi Semeru terjadi pada Minggu (4/12) pagi, di mana Awan Panas Guguran (APG) Semeru terpantau turun sekitar pukul 06.30 WIB. Pemkab Lumajang menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat erupsi disertai APG Gunung Semeru selama 14 hari sejak Minggu seiring dengan peningkatan status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl menjadi Awas atau Level IV.

Simak video 'Bupati Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat Erupsi Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT