Mengenal Teknologi VAR Baru yang Anulir Gol Ekuador

Mengenal Teknologi VAR Baru yang Anulir Gol Ekuador

ADVERTISEMENT

Mengenal Teknologi VAR Baru yang Anulir Gol Ekuador

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 21 Nov 2022 12:00 WIB
AL KHOR, QATAR - NOVEMBER 20: Enner Valencia of Ecuador scores a goal to make it 0-1 but its ruled out by VAR for offside during the FIFA World Cup Qatar 2022 Group A match between Qatar and Ecuador at Al Bayt Stadium on November 20, 2022 in Al Khor, Qatar. (Photo by Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Pertandingan Qatar vs Ekuador. Foto: Getty Images/Robbie Jay Barratt - AMA
Jakarta -

Pada laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar dan Ekuador, ada satu gol dari Enner Valencia yang dianulir karena tertangkap Video Assistant Referee (VAR) berada di posisi offside.

Ternyata, FIFA menggunakan teknologi baru untuk menentukan posisi offside pemain di Piala Dunia 2022, dan teknologi tersebut menggunakan kamera dengan artificial intelligence (AI).

Teknologi ini bernama semi-automated offside technology (SAOT) yang dijanjikan bakal membantu tim VAR untuk menentukan keputusan offside atau tidak dengan lebih cepat. Tujuannya adalah agar pertandingan tidak berhenti terlalu lama untuk menunggu keputusan offside.

Sistem semi otomatis ini terdiri dari sensor yang ada di bola, yang dipakai untuk menentukan posisi bolanya di lapangan, dan 12 kamera pemantau yang terpasang di bawah atap stadion.

Ke-12 kamera khusus tersebut bisa mengenali sampai dengan 29 bagian tubuh dari pemain. Kemudian kameranya akan merekam 50 data per detik dari setiap gerakan pemain untuk menentukan lokasi tepat mereka di lapangan pada waktu tertentu.

Data dari kamera yang memantau posisi bola serta gerakan dan posisi pemain tersebut kemudian diolah oleh sistem, dan hasilnya akan diteruskan ke tim VAR yang kemudian memvalidasi keputusan tersebut sebelum akhirnya diteruskan ke wasit di lapangan.

FIFA mengklaim proses ini bisa terjadi dalam hitungan detik, yang membuat keputusan offside bisa muncul dengan lebih cepat dan akurat. Data yang direkam dari kamera -- termasuk posisi bola -- juga dipakai untuk menciptakan animasi yang kemudian bisa ditayangkan dalam siaran ulang di stadion ataupun tayangan di televisi.

Pierluigi Collina, chairman FIFA Referees Committe, menyebut sistem ini membuat ofisial pertandingan bisa memberikan keputusan secara lebih cepat dan akurat. Namun wasit yang ditakuti pada zamannya itu juga menegaskan kalau keputusan akhir tetap ada di tangan manusia, bukan robot.

"Saya tahu pasti ada yang menyebutnya 'robot offside', namun ini bukan. Wasit dan asisten wasit tetap bertanggung jawab terhadap keputusan di lapangan," jelasnya.



Simak Video "Kemeriahan FIFA Fan Festival, Titik Temu Pendukung dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT