Akun Twitter Donald Trump Muncul Lagi Usai Polling Elon Musk

Akun Twitter Donald Trump Muncul Lagi Usai Polling Elon Musk

ADVERTISEMENT

Akun Twitter Donald Trump Muncul Lagi Usai Polling Elon Musk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 20 Nov 2022 10:16 WIB
Former U.S. President Donald Trump announces that he will once again run for U.S. president in the 2024 U.S. presidential election during an event at his Mar-a-Lago estate in Palm Beach, Florida, U.S. November 15, 2022. REUTERS/Jonathan Ernst
Akun Twitter Donald Trump Muncul Lagi Usai Polling Elon Musk Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Jakarta -

Elon Musk mengumumkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan diizinkan kembali di Twitter. Orang terkaya di dunia itu membatalkan penangguhan permanen terhadap akun Twitter Trump yang diumumkan pada Januari 2021 lalu.

Tidak lama setelah membeli Twitter senilai USD 44 miliar, Musk mengatakan ia tidak akan mengembalikan akun yang diblokir sampai perusahaan mendirikan dewan moderasi konten.

Dewan moderasi konten itu belum berdiri, tapi Musk pada Sabtu kemarin tiba-tiba mengadakan pemungutan suara di Twitter yang menanyakan apakah Trump dibolehkan kembali ke Twitter atau tidak.

Hasil akhir dari polling tersebut adalah 51,8% responden memilih "Yes", dan 48,2% memilih "No". Secara total, ada 15.085.458 suara yang ikut dalam polling tersebut.

"Orang-orang sudah berbicara. Trump akan diizinkan kembali. Vox Populi, Vox Dei," kata Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari Cnet, Minggu (20/11/2022).

Menurut pantauan detikINET, saat ini akun Twitter Donald Trump dengan username @realDonaldTrump memang sudah muncul kembali. Sebelumnya profil itu terkunci dengan tulisan "Account Suspended" karena telah melanggar aturan Twitter.

Akun Twitter Donald Trump muncul kembaliAkun Twitter Donald Trump muncul kembali Foto: Screenshot/Twitter

Trump sendiri ditendang dari Twitter pada 8 Januari 2021 karena perannya dalam menghasut serangan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 menyusul pengumuman hasil pilpres AS 2020. Saat itu Twitter mengatakan cuitan Trump melanggar aturannya terkait "mengagungkan kekerasan".

Setelah mengungkap niatnya untuk membeli Twitter, Musk memang pernah beberapa kali mengatakan akan mengembalikan akun Trump. Menurutnya penangguhan permanen akun Trump merupakan kesalahan dan ia akan membatalkan penangguhan tersebut.

Belum diketahui apakan Trump akan kembali mencuit di Twitter setelah akunnya kembali. Setelah ditendang dari Twitter dan media sosial lainnya, Trump bergabung dengan platform media sosial sayap kanan buatannya bernama Truth Social.



Simak Video "Deretan Seleb yang Cabut dari Twitter Gegara Ulah Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT