Drone Turki yang Bikin Rusia Kelimpungan Unjuk Gigi di Jakarta

Drone Turki yang Bikin Rusia Kelimpungan Unjuk Gigi di Jakarta

ADVERTISEMENT

Drone Turki yang Bikin Rusia Kelimpungan Unjuk Gigi di Jakarta

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 04 Nov 2022 08:19 WIB
Miniatur Bayraktar TB2 di Indo Defence 2022
Miniatur Bayraktar TB2. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Bayraktar TB2 adalah drone tempur buatan Turki yang jadi andalan Ukraina untuk melawan Rusia. Kini Baykar -- perusahaan pembuatnya -- ikut dalam pameran Indo Defence 2022 di Jakarta.

Dalam boothnya di pameran yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Baykar memamerkan miniatur Bayraktar TB2 tersebut. Ya, hanya miniatur dengan skala satu banding sepuluh memang.

Meski cuma miniatur, drone tempur itu tampak menarik perhatian sejumlah pengunjung yang lewat untuk memfotonya.

"Ya, ini drone yang dipakai di Ukraina," jelas penjaga booth Baykar tersebut.

Ia juga menyebutkan kalau drone ini sudah dipakai di banyak negara, tepatnya ada 26 negara yang mengoperasikan drone tersebut namun ia menolak menyebutkan negara mana saja, namun yang jelas Indonesia bukan salah satunya.

"Itu rahasia," singkatnya.

Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter. Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari.

Terbang perdana tahun 2014, Bayraktar TB2 bisa membawa persenjataan sampai 150 kilogram dan melancarkan serangan terhadap tank ataupun bunker lawan. Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter.

Miniatur Bayraktar TB2 di Indo Defence 2022Miniatur Bayraktar TB2 di Indo Defence 2022 Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati

Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 sampai 25 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari. Kecepatan maksimumnya 220 kilometer per jam.

Dibuat oleh perusahaan Baykar, drone tempur ini lahir sebagai akibat sanksi Amerika Serikat yang melarang ekspor pesawat tak berawak ke Turki. Pasalnya, pesawat semacam itu dicemaskan akan digunakan untuk mengincar Suku Kurdi.

Generasi pertamanya, Bayraktar TB1, diserahkan pada militer Turki di tahun 2011. Barulah kemudian dikembangkan Bayraktar TB2 yang diandalkan sampai saat ini. Adapun generasi ketiganya yang bernama TB3 saat ini tengah dipersiapkan.



Simak Video "Detik-detik Drone Militer Ukraina Hancurkan Konvoi Tank Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT