Penjualan Parfum Secara Digital Meroket Sepanjang 2022

Penjualan Parfum Secara Digital Meroket Sepanjang 2022

ADVERTISEMENT

Penjualan Parfum Secara Digital Meroket Sepanjang 2022

Dea Duta Aulia - detikInet
Rabu, 02 Nov 2022 15:28 WIB
Platform Tokopedia
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Platform jual beli daring Tokopedia mencatat terjadi peningkatan transaksi penjualan parfum di sepanjang tahun 2022. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat dalam menggunakan parfum untuk menambah kesegaran hingga meningkatkan kepercayaan diri ketika sedang beraktivitas di luar rumah.

Category Development (Beauty and Personal Care) Senior Lead Tokopedia Sherine Pranata mengatakan pihaknya mencatat ada peningkatan penjualan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

"Menurut data internal kami, jumlah pembeli dan transaksi produk parfum, fragrance dan cologne naik hampir 2,5x lipat pada September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/11/2022).

Lebih spesifik, ia menjelaskan ada sejumlah daerah yang mengalami peningkatan penjualan parfum yakni di Riau, Jawa Tengah, Lampung, dan Jambi. Sementara untuk kecamatan dengan transaksi tertinggi terdapat di Tahunan (Banten), Rajabasa (Lampung), Cibeber (Jawa Tengah), Jatinangor (Jawa Barat), Simokerto (Jawa Timur).

"Tokopedia juga mencatat Kabupaten di Indonesia dengan peningkatan jumlah transaksi parfum, fragrance, dan cologne pada kuartal III 2022 dibandingkan kuartal III 2021 ada di Kabupaten Kampar (Riau), Jepara (Jawa Tengah), Demak (Jawa Tengah), Lampung Tengah (Lampung), Bungo (Jambi)," jelasnya.

Adapun secara angka Tokopedia menyebutkan jumlah penjual parfum, fragrance, dan cologne naik hampir 1,5x lipat pada September 2022 dibandingkan September 2021.

"Tokopedia terus berkomitmen dalam memberikan panggung seluas-luasnya bagi pegiat usaha lokal, termasuk UMKM dalam memulai hingga mengembangkan bisnisnya, salah satunya lewat inisiatif hyperlocal. Harapannya agar produk lokal dapat meraja di negeri sendiri dan terus menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia," kata Sherine.

Sementara itu, CEO and Founder HMNS Rizky Arief Dwi mengakui merasakan manfaat dari peningkatan tren tersebut. Menurutnya, industri parfum memiliki peluang tersendiri yang cukup menggiurkan.

"Saat saya memulai usaha ini di 2019, belum banyak penghasil parfum di Indonesia. Di sinilah saya melihat peluang usaha sambil menciptakan produk parfum berkualitas dengan harga terjangkau. Sekaligus juga terus mengenalkan bahan baku mentah asli dari Indonesia," jelasnya.

Agar terus menghasilkan parfum berkualitas pihaknya pun tidak segan untuk menjalin kolaborasi dengan 15-20 produsen lokal mulai dari pabrik hingga pengemas.

"Kami juga bekerja sama dengan perkebunan-perkebunan lokal untuk bahan-bahan produk HMNS, salah satunya adalah kebun yang terletak di Aceh," jelasnya.

Ia mengakui platform digital menghadirkan berkah tersendiri. Pasalnya ia mampu menjangkau konsumen dari banyak daerah.

"Sejak menggunakan Tokopedia, kami dapat memperluas jangkauan produk kami hingga Papua, sehingga menumbuhkan pendapatan hingga 20-30 kali lipat," katanya.

Untuk memaksimalkan penjualan, ia pun tidak segan mengikuti sejumlah kampanye seperti Tokopedia Beauty Dealight dan Tokopedia Beauty Awards.

"Sejak aktif dalam kampanye tersebut, keuntungan kami pun naik sebesar 2x lipat," tutupnya.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT