Arti Nama Tesla, Ternyata Bukan Ide Elon Musk

ADVERTISEMENT

Arti Nama Tesla, Ternyata Bukan Ide Elon Musk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 28 Jul 2022 15:45 WIB
The construction site of the new Tesla Gigafactory for electric cars is pictured in Gruenheide near Berlin, Germany, Friday, March 18, 2022. (AP Photo/Michael Sohn)
Asal Usul Nama Tesla, Ternyata Bukan Ide Elon Musk Foto: AP Photo
Jakarta -

Nama Tesla sudah sangat identik dengan mobil listrik dan teknologi self-driving. Meski Tesla telah mendunia dan gurita bisnisnya makin luas, masih banyak yang tidak mengetahui mengapa mereka memilih nama tersebut.

Ternyata nama Tesla bukanlah ide sang CEO Elon Musk. Meski nama keduanya sudah sangat terikat erat, Musk baru bergabung dengan dewan direksi Tesla setelah perusahaan itu didirikan.

Tesla sendiri didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning pada 1 Juli 2003. Eberhard mengatakan ia ingin mendirikan produsen mobil yang juga mengedepankan teknologi terbaru, termasuk dari segi software dan baterai.

Visinya itu juga menginspirasi pemilihan nama Tesla. Saat memikirkan calon nama Tesla, Eberhard tidak ingin menggunakan nama yang terlalu mencerminkan sesuatu yang terlalu ramah lingkungan seperti mobil listrik kebanyakan. Begitu juga dengan nama yang terlalu teknis.

Eberhard ingin menggunakan nama yang terdengar seperti produsen mobil, agar tidak terkesan seperti startup Silicon Valley pada umumnya. Nama perusahaannya juga harus mudah diingat dan bisa mengubah pemikiran orang-orang soal mobil listrik.

Eberhard menghabiskan berbulan-bulan memikirkan nama untuk perusahaannya. Ia mengajak Carolyn, kekasihnya yang kini menjadi istrinya, untuk berdiskusi memikirkan nama perusahaannya.

Pada tahun 2003, Eberhard bersama Carolyn berwisata ke Disneyland. Saat sedang duduk di restoran Blue Bayou, Eberhard mengusulkan nama Tesla yang terinspirasi oleh Nikola Tesla, penemu Serbia-Amerika yang menemukan motor arus bolak-balik (AC) yang kemudian digunakan di mobil Tesla.

"Bagaimana dengan Tesla Motors," tanya Eberhard kepada Carolyn, seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (28/7/2022).

"Sempurna! Sekarang ayo bekerja untuk mewujudkan mobilmu," jawab Carolyn.

Nikola Tesla pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1884. Tesla awalnya sempat bekerja untuk Thomas Edison, di mana ia ditugaskan untuk meningkatkan sistem arus langsung (DC) yang ditemukan oleh Edison.

Tesla dan Edison kemudian pecah kongsi setelah Edison menolak ide Tesla untuk menggunakan sistem AC. Tesla kemudian bergabung dengan Westinghouse Electric Company dan memulai 'Perang Arus' antara sistem AC yang ia kembangkan dan sistem DC yang dikembangkan Edison.



Simak Video "Elon Musk PHK Ratusan Karyawan Autopilot Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT