Awas Marak Penipuan Modus Bagi-bagi Hadiah Bitcoin

ADVERTISEMENT

Awas Marak Penipuan Modus Bagi-bagi Hadiah Bitcoin

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 18 Jul 2022 09:48 WIB
Ilustrasi Bitcoin atau Investasi Kripto
Awas penipuan bermodus iming-iming hadiah bitcoin. Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Baiknya berhati-hati bilamana mendapatkan link di email atau WhatsApp yang mengiming-imingi hadiah bitcoin. Sebab perusahaan keamanan Kaspersky menemukan aktivitas kejahatan siber baru mengatasnamakan perusahaan ternama yang membagi-bagikan hadiah koin digital itu.

"Penipuan crypto yang menggunakan foto selebriti, atau merek terkenal menjadi marak
belakangan ini. Kami menyaksikan kampanye yang mengatasnamakan Elon Musk, Bill Gates,
dan Pavel Durov. Kali ini, penyerang melakukan hal yang lebih jauh, membuat situs palsu
mengatasnamakan CEO Nvidia dan menghubungkan situs ke acara spesial perusahaan," ujar Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky.

Pakar Kaspersky menemukan hacker sengaja membuat situs palsu bertuliskan Perayaan
Ulang Tahun ke-30 Perusahaan Nvidia, pengunjung dapat berpartisipasi dan berkesempatan
mendapatkan hadiah total 50 ribu bitcoin. Agar mengecoh korban mereka menggunakan logo Nvidia yang salah dari yang seharusnya, berwarna hijau menjadi ungu.

Halaman tersebut menampilkan tombol "Participate" jika diklik akan membawa pengunjung ke laman berikutnya yang berisi informasi detail mengenai pembagian hadiah - namun, terdapat banyak kesalahan ejaan, yang tidak biasa ditemukan pada perusahaan terkemuka seperti Nvidia.

Laman ini membujuk korban untuk mendonasikan sejumlah uang sebelum memenangkan
hadiah. Dalam laman ini juga terpapar foto Jensen Huang, CEO Nvidia.

Situs palsuSitus palsu perayaan HUT ke-30 Nvidia. Foto: Kaspersky

Para partisipan yang berhasil akan diberi tahu bahwa mereka dapat menggandakan donasi
atau bahkan memperoleh 'jackpot' sebesar 50 ribu bitcoin. Laman tersebut mencakup kredensial dompet kripto bagi pengguna untuk mengirimkan 'donasi' mereka.

Dompet scammers dapat diperiksa di situs blockchain.com, namun, total saldo akun adalah
0,42 BTC ( setara dengan 8,495 USD) - jauh lebih sedikit daripada 50 ribu bitcoin yang
diiklankan. Tidak pasti apakah jumlah di sana telah dibentuk oleh sumbangan atau tidak, tetapi beberapa transaksi dari pengirim yang tidak dikenal dapat dilacak di riwayat akun.

"Saran utama kami adalah untuk berhati-hati menelusuri tautan yang Anda ikuti di internet, danhindari donasi dalam bentuk apapun dari sumber yang belum terpercaya," kata Olga.

Untuk menghindari penipuan, simpanlah dana dan data pribadi secara hati-hati, Pakar
Kaspersky menyarankan beberapa langkah sederhana:

  • Cek setiap tautan sebelum diklik. Lihat URL jika ada salah pengejaan atau
    kejanggalan lainnya.
  • Kadang, situs palsu mirip seperti aslinya. Tergantung dari seberapa canggih
    kriminal ini membuatnya. Hyperlink sering mempunyai kesalahan - sering
    mendapat salah pengejaan kata - namun tautan tersebut bisa juga terlihat asli
    dan membawa Anda ke laman yang berbeda, meniru situs yang aslinya.
  • Untuk melindungi data dan finansial, pastikan Anda selalu check out atau log out
    (keluar) dari akun pembayaran Anda. Anda akan tahu apakah URL situs dimulai
    dari HTTPS, yang biasanya HTTP; ikon kunci juga sering muncul di samping URL
    dan bilah alamat, biasanya ditunjukan dengan warna hijau di beberapa browser.
    Jika Anda tidak melihat fitur ini, jangan lakukan aktivitas apapun.
  • Gunakan solusi keamanan terpercaya yang dapat membantu memeriksa
    keamanan URL yang Anda kunjungi, produk ini juga dapat membantu Anda
    mengakses situs apapun dalam mode perlindungan untuk menghindari pencurian
    data pribadi, termasuk detail finansial.


Simak Video "Deretan Data-data yang Dijual Bebas di Breached.to"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT