FIFA Bakal Pakai AI untuk Tentukan Offside di Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

FIFA Bakal Pakai AI untuk Tentukan Offside di Piala Dunia 2022

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 07 Jul 2022 17:15 WIB
The FIFA World Cup trophy is displayed during an event in New York after an announcement related to the staging of the FIFA World Cup 2026, on June 16, 2022. - Mexico Citys iconic Azteca Stadium and the Los Angeles Rams multi-billion-dollar SoFi Stadium were among 16 venues named on June 16 to stage games at the 2026 World Cup being held in the United States, Canada and Mexico. (Photo by Yuki IWAMURA / AFP) (Photo by YUKI IWAMURA/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/YUKI IWAMURA
Jakarta -

Badan sepak bola internasional FIFA memastikan akan memakai kamera yang dilengkapi artificial intelligence (AI) untuk membantu wasit menentukan offside di Piala Dunia 2022.

Sistem semi otomatis ini terdiri dari sensor yang ada di bola, yang dipakai untuk menentukan posisi bolanya di lapangan, dan 12 kamera pemantau yang terpasang di bawah atap stadion.

Ke-12 kamera tersebut dilengkapi dengan machine learning untuk memantau pergerakan 29 titik di tubuh pemain, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (7/7/2022).

Kemudian data-data itu akan dikombinasikan dan diolah oleh software, yang akan memberikan notifikasi jika ada pemain yang terjebak di posisi offside. Notifikasi itu akan dikirimkan ke ofisial pertandingan di ruang kontrol, yang kemudian memvalidasi keputusan tersebut sebelum akhirnya diteruskan ke wasit yang ada di lapangan.

FIFA mengklaim proses ini bisa terjadi dalam hitungan detik, yang membuat keputusan offside bisa muncul dengan lebih cepat dan akurat. Data yang direkam dari kamera -- termasuk posisi bola -- juga dipakai untuk menciptakan animasi yang kemudian bisa ditayangkan dalam siaran ulang di stadion ataupun tayangan di televisi.

Teknologi AI di Piala Dunia 2022Teknologi AI di Piala Dunia 2022 Foto: Dok. FIFA

"(Ini dilakukan) untuk memberikan informasi paling jelas (kenapa keputusan itu dibuat)," jelas FIFA.

Penggunaan AI untuk penentuan offside ini adalah teknologi kesekian yang dipakai dalam sepak bola. Sebelumnya di Piala Dunia 2018 juga diterapkan VAR, atau video assistant referee, yang membuat wasit bisa melihat ulang kejadian di lapangan lewat monitor yang ada di pinggir lapangan.

Pierluigi Collina, chairman FIFA Referees Committe, menyebut sistem ini membuat ofisial pertandingan bisa memberikan keputusan secara lebih cepat dan akurat. Namun wasit yang ditakuti pada zamannya itu juga menegaskan kalau keputusan akhir tetap ada di tangan manusia, bukan robot.

"Saya tahu pasti ada yang menyebutnya 'robot offside', namun ini bukan. Wasit dan asisten wasit tetap bertanggung jawab terhadap keputusan di lapangan," jelasnya.

Presiden FIFA Gianni Infantino juga menyebut kalau teknologi ini sudah dikembangkan lewat penelitian selama tiga tahun, dan sudah diuji dengan tim dan pemain terbaik.

"Kami tak sabar melihat keuntungan yang didapat dari teknologi offiside semi otomatis ini di Piala Dunia FIFA 2022," jelas Infantino.

Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar, yang menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di negara Arab. Untuk menghindari temperatur yang terlalu panas, turnamennya sendiri akan digelar dari November sampai Desember, bukan pada musim panas seperti biasanya.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "China Bakal Bangun Bendungan Menggunakan Printer 3D"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT