5 Teori Konspirasi yang Ternyata Benar-benar Terjadi

ADVERTISEMENT

5 Teori Konspirasi yang Ternyata Benar-benar Terjadi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 04 Jul 2022 17:13 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
5 teori konspirasi yang ternyata benar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Teori konspirasi cukup seru untuk dijadikan perbincangan. Terkadang, ada teori yang begitu konyol dan membuat kita hanya tertawa membicarakannya.

Tapi tahu tidak, teori konspirasi tidak selamanya salah, ada juga beberapa teori yang kemudian terbukti benar adanya. Dirangkum detikINET dari Reader's Digest, Senin (4/7/2022) berikut ini lima teori konspirasi yang kemudian terbukti kebenarannya:

1. Proyek mengontrol pikiran manusia

Konspirasi mengatakan CIA sedang menguji coba LSD dan obat halusinogen lainnya dalam percobaan rahasia untuk memodifikasi perilaku masyarakat. Faktanya, memang ada program yang disebut MK-Ultra. Akan tetapi, percobaan itu tidak berjalan lancar. Obat yang mereka berikan diam-diam kepada responden ternyata memberikan dampak kesehatan mental yang memburuk secara permanen.

2. Kanada mencoba mengembangkan radar gay

Disebutkan, pemerintah Kanada khawatir dengan kaum homoseksual sehingga menciptakan mesin 'gaydar' -- mesin untuk mendeteksi 'seberapa gay' seseorang. Di tahun 1960, ini ternyata benar-benar pernah terjadi. Pemerintah bahkan meminta banyak profesor dari universitas ternama untuk mengembangkan alat tersebut.

Alat ini dirancang untuk memantau pelebaran pupil ketika responden dipaksa untuk menonton film erotis. Akibatnya, 400 orang harus dipecat dari pekerjaan mereka sebagai pegawai sipil sampai militer.

3. Dead Baby Project

Ada teori konspirasi yang mengatakan pemerintah Amerika Serikat mencuri tubuh-tubuh dari korban bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Kenyataannya, pemerintah memang mengambil potongan tubuh dari bayi dan anak-anak untuk menjalankan proyek yang dinamakan 'Sunshine Project' itu. Tanpa izin, ada lebih dari 1.500 keluarga korban yang dirugikan dengan proyek tersebut.

4. Alkohol yang diracun

Konspirasinya begini: pemerintah AS meracuni alkohol untuk mencegah orang minum.

Sebenarnya, produsen alkohol telah mencampur produk mereka dengan bahan kimia berbahaya selama bertahun-tahun. Tetapi antara tahun 1926 dan 1933, pemerintah federal mendorong produsen untuk menggunakan racun yang lebih kuat. Lebih dari 10.000 orang Amerika telah terbunuh oleh minuman keras yang tercemar.

5. Pemerintah memata-matai

Simpel, teori konspirasi percaya bahwa pemerintah memata-matai masyarakatnya dengan teknologi tinggi. Kenyataannya? Tentu saja iya.

Pada tahun 2016, lembaga pemerintah AS mengirim 49.868 permintaan data pengguna ke Facebook, 27.850 ke Google, dan 9.076 ke Apple, menurut Electronic Frontier Foundation (EFF), sebuah organisasi nirlaba besar yang membela kebebasan sipil di dunia digital.



Simak Video "Ketua DPR AS Nancy Pelosi Tiba di Taiwan di Tengah Amarah China"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT